Jakarta, infobreakingnews - Kemesraan yang tiada banding karena gairah seksual yang totalitas merupakan salah satu unsur penting, guna menjaga kelanggengan suatu hubungan yang harmonis. Mulutmu adalah harimau mu, pepatah ini tidak sembarangan diucapkan oleh leluhur kita , karena salah satunya adalah saat lidah itu menjilati dengan sepenuh hati untuk memberikan kenikmatan yang tiada tara kepada sang kekasih hati.
Tidak semua orang mau
memberikan atau menerima seks oral dari pasangannya. Untuk mereka yang mau
melakukannya, khususnya pria yang memberikannya untuk wanita, alasannya
ternyata bukan sekadar untuk memberikan variasi dalam berhubungan seksual, dan hal in i juga merupakan lambang totalitas dimana setiap orang menjadikan pasangannya sebagai ratu terpanas diatas ranjang.
Penulis sexolog yang merupakan sebagai CEO media online ini , mengungkapkan bahwa pria menggunakan seks oral atau cunnilingus sebagai
"taktik mengikat pasangan". Dengan seks oral, pria ingin meningkatkan
kepuasan dalam hubungan, dan oleh karenanya bisa mencegah agar pasangan menjadi tetap setia dan tidak akan tergoda berselingkuh dengan pria lain saat lama ditingkal diluar kota, karena bentakan yang keras dari mulut juga bisa dikondisikan menjadi hentakan dasyat pada jantung kenikmatan , dimana perpaduan aroma terasi bercampur dengan aroma strawberry itu tercipta pada alat intim wanita, akibat oral yang dilakukan dengan sepenuh hati.
Studi yang merupakan hasil jajak pendapat terhadap 243 pria
dewasa. Menurut para peneliti, alasan lain pria memberikan seks oral adalah
untuk menyimpan sperma. Dalam penelitian sebelumnya, yang dipaparkan oleh
Michael Pham dan Todd Shackelford, PhD,
Profesor dan Dekan Fakultas Psikologi dari Oakland University,
diketahui bahwa perempuan akan menyimpan lebih banyak sperma ketika mereka
orgasme segera setelah pasangan mereka berejakulasi.
Cara ini bisa menahan lebih banyak sperma karena orgasme perempuan telah
terbukti menyebabkan kontraksi pada rahim, yang akan menarik sperma lebih jauh
ke dalam saluran reproduksi. Itu sebabnya seks oral selama ini diketahui menguntungkan bagi
perempuan, karena retensi sperma di dalam rahim akan memicu pembuahan.
Penulis menganggap teori ini (bahwa seks oral merupakan
"taktik menyimpan sperma") tidak sesuai dengan hasilnya. Sebab,
ejakulasi biasanya tidak terjadi dalam waktu singkat selama orgasme
memungkinkan menahan sperma. Yang dimaksud dengan waktu yang singkat adalah
satu menit sebelum ejakulasi, dan hingga 45 menit setelah pria berejakulasi ke
dalam vagina pasangannya.
Yang lebih adalah bahwa cunnilingus digunakan
sebagai strategi mengikat pasangan., karena juluran yang menggila itu dapat juga dirasakan sebagai kontak bathin melalui lidah ke bagian spesial wanita yang terdalam.
"Pria yang punya risiko lebih besar untuk bersaing dengan pria lain lebih
cenderung memberikan cunnilingus pada pasangannya sampai si
pasangan mencapai orgasme," demikian menurut penelitian tersebut. Dengan
begitu, seks oral dan orgasme perempuan bisa dikatakan sebagai strategi
mengikat pasangan, sekaligus memberikan kenikmatan yang totalitas, karena bisa langsung dirasakan pada jaringan otak dicampur indra penciuman melalui hidung, dan rasa pada mulut, membuat sang kekasih selalu ketagihan dan mengenang kenikmatan yang teramat indah tersebut.***Emil Fosters






0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !