Headlines News :
Home » » Electronik City Optimis Pendapatan Naik 50%

Electronik City Optimis Pendapatan Naik 50%

Written By Unknown on Kamis, 04 Juli 2013 | 10.14

Jakarta, infobreakingnews -  Geliat pasar menjelang Bulan Puasa Ramadhan,  PT Electronic City Indonesia Tbk, peritel modern barang-barang elektronik, mengaku ada kenaikan pendapatan dari belanja sekitar 20-22 persen.



"Belanja eletronik di sepanjang bulan Ramadhan bisa naik 20%-22% dari hari biasa, dan sumbangannya sekitar 10%-12% ke total pendapatan perseroan," ujar Fery Wiraatmadja Direktur Komersil & Investor Relation PT Electronic City Indonesia Tbk, usai listing saham berkode ECII itu, di Jakarta, Rabu (3/7).

Menurut dia, permintaan belanja konsumen di bulan Ramadhan biasanya mulai terlihat sejak akhir minggu pertama atau jelang minggu kedua, dan terus meningkat sampai akhir bulan. "Karena minggu kedua biasanya sudah ada perusahaan yang berikan tunjangan hari raya ke karyawan," katanya.

Dia menambahkan, barang yang paling tinggi permintaan atau belanja selama bulan Ramadhan adalah audio video, home apliance, dan mobile - gadget.
Mengutip survey Euromonitor, Ferry menungkapkan bahwa permintaan barang elektronik dalam tiga tahun ke depan tumbuh 10%. Masih dari data lembaga yang sama, Electronic City memimpin pasar peritel moderen elektronik dengan pasar 41,5% dengan 36 toko yang dimiliki hingga Mei 2013.

Dia mengungkapkan, dalam tiga tahun terakhir, perseroan mencetak pertumbuhan pendapatan hingga 32%. Di tahun 2012, dengan 23 toko yang beroperasi, perseroan berhasil mencetak penjualan sebesar Rp 1,43 triliun dengan perolehan laba bersih Rp 125 miliar, atau setara dengan margin pendapatan bersih sebesar 8,7%.

"Nah dengan tambahan 30 toko baru di tahun ini, anda bisa hitung sendiri berapa pertumbuhanya. Kita optimis pertumbuhan penjualan di tahun ini di atas 35%. Tetapi kalau secara matematik growth penjualan bisa di atas 50%," ujar Fery.

Hingga saat ini pihaknya telah membangun 18 toko baru dari 30 toko yang ditargetkan tahun ini. "Nanti di bulan Juli kita bangun 3 toko lagi. Sisa 9 toko saat ini sudah proses legal dan fiting out. Nanti total toko kita di akhir 2013 jadi 53 toko," papar Fery.

Untuk membangun 30 toko tersebut, Ferry menyebutkan bahwa perseroan menganggarkan biaya sekitar Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar. "Biaya 1 gerai itu sekitar Rp 2 juta hingga Rp4 juta per meter per segi. Kita mempunyai dua jenis toko. Ada yang biasa (brand biru) itu luasnya sekitar 600 - 2.500 meter per segi. Sementara outlet dengan brand merah itu ukurannya 350-700 meter per segi. Saat ini toko biasa kita 25 toko, kalau outlet (brand merah) ada 16 yang kesemuanya difasilitasi dengan modernisasi sistim belanja online dan manual yang nyaman, sehingga lebih memanjakan para konsumen di bulan puasa.***Nadya
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved