Headlines News :
Home » » Kecerdasan Spritual Dan Seni Budaya Bersatu Melahirkan Pemimpin Dunia

Kecerdasan Spritual Dan Seni Budaya Bersatu Melahirkan Pemimpin Dunia

Written By Unknown on Selasa, 02 Juli 2013 | 21.28

Tegal, infobreakingnews -  Powerfull seni budaya selalu saja mampu melahirkan  pemimpin dunia yang memiliki kecerdasan spiritual pada lingkungan sosial masyarakat maupun pada skala sosial politik, yang tumbuh berkembang sesuai dengan tuntutan situasi keadaan suatu negara.

Seni dan Budaya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan di dalam diri manusia semenjak diciptakan oleh Sang Maha Esa Lagi Maha Kreasi. Kreasi atau Kreativitas inilah yang menjadikan manusia mampu mengolah rasa dan menggali potensinya sebagai manusia paripurna. Manusia paripurna tentunya mempunyai Kecerdasan Spiritual yang tinggi.

Tingginya kecerdasan spiritual itu akan menjadikan manusia mempunyai daya nalar dan daya juang yang menyatu menjadi rasa. rasa sayang, rasa cinta, rasa damai menyatu dalam kebahagiaan.

Tidak akan pernah ada kebahagiaan bila, tidak ada rasa damai, tidak ada rasa sayang dan tidak ada tidak ada rasa cinta. Cinta dan kasih sayang itulah yang menjadikan kita mempunyai daya juang untuk meraih segala cita-cita.

Kemerdekaan itu merupakan wujud dari cinta dan kasih sayang,  sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945, dari alenia pertama sampai dengan alenia ketiga. “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri-keadilan. Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.

 Musyawarah Nasional (MUNAS) ke VIII Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (HPK) telah melaksanakan hajatnya sebagai organisasi untuk menyelenggarakan Munas seusai yang tertuang dalam AD/ART organisasi tersebut. Munas ke VIII HPK kali ini diselenggarakan di  Pedepokan Wulan Tumanggal - Tegal Jawa Tengah, pada tanggal 29 dan 30 Juni 2013 dengan mengambil tema “Kecerdasan Spiritual Dan Seni Budaya Bersatu Melahirkan Pemimpin Dunia”.

Tema yang diangkat dalam Munas HPK tersebut sangat menarik, sehingga secara khusus Panitia Penyelenggara mengundang media online infobreakingnews.com ., menurunkan team khusus untuk meliput kegiatan Munas ke-VIII HPK tersebut.

Berikut petikan wawancara singkat dengan panitia penyelenggara dan beberapa peserta Munas yang hadir dari seluruh DPD HPK tinggat I dan tingkat II seluruh Indonesia serta beberapa utusan Paguyuban yang tergabung dalam HPK.

IB, “apa alasannya panitia mengangkat tema tersebut?”. 

Jaya, “saya menghayati dan
mempelajari, ternyata pemimpin besar dunia berasal dari latar belakang seniman atau berlatar belakang kebudayaan”. 

IB, “baik, jikalau anda tadi mengatakan, bahwa pemimpin dunia berasal dan berlatar belakang seniman dan kebudayaan, bagaimana dengan pemimpin Indonesia?”.

Jaya, ”setelah Bung Karno, belum ada lagi pemimpin Indonesia yang berlatar belakang dari Seniman dan berlatar belakang Kebudayaan, menjadi pemimpin Indonesia tidak gampang, sebab masyarakat Indonesia sangat kaya dengan Budaya-nya. 

Oleh karena itu pemimpin Indonesia harus mampu menggali Budaya Indonesia yang berakar dari adat istiadat daerah yang mempunyai kearifan lokal”. Ucap Jaya selaku panitia acara

Selain itu, beberapa peserta Munas yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan. “seharusnya, pemimpin Indonesia selayaknya mempunyai wawasan dan berlatar belakang Seni Budaya, sebab beberapa tokoh pemimpin dan politikus dunia juga berlatar belakang Seni Budaya, ya contohnya; Hegel, Plato, Napoleon, Hitler, Gandhi dan masih banyak lainnya, ya termasuk Bung Karno sendiri adalah tokoh yang lahir dari latar belakang Seni Budaya, selain itu Bung Karno juga mempunyai kecerdasan spiritual yang tinggi, seorang seniman asitektur dan mempunyai hobi melukis. Ya termasuk Pancasila yang digali Bung Karno dari dasar akar Budaya kultur Bangsa Indonesia”.    

Pondasi Bangsa Indonesia, tentunya berakar dan bersumber dari kultur Budaya Bangsa Indonesia itu sendiri. Bila ingin membangun Bangsa dan Negara Indonesia sejajar dengan Bangsa-bangsa dan Negara-negara lain di dunia, maka tidak ada cara lain pemimpin Indonesia harus memahami dan menggali Budaya Indonesia yang bersumber dari adat istiadat dari daerah-daerah di seluruh Indonesia. Kearifan lokal adat istiadat daerah merupakan sumber Kebudayaan Bangsa yang sudah menjadi turun temurun dari pinisepuh (Peninggal lelulur Bangsa Idonesia sejak dahulu kala), 

Pancasila digali yang bersumber dari adat istiadat Bangsa Indonesia yang berbeda-beda dan menjadikan satu pijakan membangun karakter Bangsa Indonesia sebagaimana semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda membangun kebersamaan untuk kemakmuran dan kesejahteraan 

Bangsa Indonesia yang berkeadilan sebagaimana semboyan Gotong Royong. Berbeda-beda latar belakang karakter dan sifat, namun tetap mempunyai satu tujuan yang sama untuk saling hormat menghormati sebagaimana  sifat Budi Pekerti. Mari kita renungkan, mari kita hayati dan mari kita terapkan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Gotong Royong yang berjiwa Budi Pekerti dalam kehidupan kita sehari-hari. 


***Dilaporkan Reporter Info BreakingNews.com Yana Achbarie dan Umar Ali Hamzah 
dari Pedepokan Wulan Tumanggal Tegal - Jawa Tengah
 
 
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved