Headlines News :
Home » » Terkait Pergantian Pimpinan, MA Berharap KY Solid

Terkait Pergantian Pimpinan, MA Berharap KY Solid

Written By Unknown on Selasa, 02 Juli 2013 | 23.02


Jakarta, infobreakingnews -  Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali berharap tidak ada perpecahan dalam jajaran internal pimpinan Komisi Yudisial (KY) menyusul pergantian pimpinan yang disebut-sebut diwarnai perebutan jabatan dan berbuntut perpecahan yang menimbulkan dua fraksi.








MA yakin KY tetap solid dan kompak dalam mengawasi perilaku hakim. Tidak ada itu perpecahan, dan memang itulah yang kita harapkan," ujar Ketua M Hatta Ali, di Jakarta, Senin (1/7).

Hatta Ali yakin, MA dan KY bakal bersinergi dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, dan perilaku hakim. "Saya harapkan akan bersinergi, karena komposisinya bagus," katanya.

Pengamat hukum tata negara, Margarito Kamis, mengatakan, andai betul ada perpecahan di tubuh KY, hal tersebut jelas sangat memalukan.
Secara pribadi, Margarito sangat menyesalkan adanya perpecahan di tubuh KY. Apalagi kalau dilatarbelakangi perebutan kursi Ketua KY. Sebab hal ini akan menjadikan lembaga bentukan UUD 1945 ini makin lemah.

"Andai tidak pecah saja KY tidak punya gigi sama sekali, hampir tidak ada faedahnya KY ini, kecuali sekadar menyeleksi hakim agung. Apalagi kalau ada perpecahan, semakin tak berfaedah lah," ujarnya.

Menurut Margarito, KY seharusnya berpolemik dalam hal tukar pikiran, prinsip akademik dan penegakkan kode etik. Bukan pecah karena politik sesaat memperebutkan jabatan.

"Apa sih istimewanya jabatan ketua itu? Protokolernya atau honornya? Itukah yang dicari? Saya harap mereka tidak terus-menerus berkelahi," ujar Margarito.
Pucuk pimpinan KY ditengarai mengalami perpecahan. Konflik internal itu terjadi karena kekecewaan salah satu komisioner atas hasil pemilihan Ketua dan Wakil Ketua KY periode 2013-2015.

Salah satu komisioner KY Taufiqurrahman Syahuri memublikasikan kekecewaannya atas proses pemilihan pimpinan di lembaga itu. Namun, sejumlah kalangan menilai bahwa perbuatan Syahuri tidak etis.

Menurut Taufiqurrohman Syahuri, Suparman Marzuki dan Imam Anshori Saleh melanggar kesepakatan mengenai kepemimpinan KY periode 2013-2015. Seharusnya, katanya, KY dipimpin oleh dirinya dengan didampingi Marzuki sebagai Wakil Ketua KY. Namun, justru Suparman Marzuki-lah yang terpilih sebagai ketua, dan Abbas Said sebagai wakil ketua.

Ketua KY periode 2013-2015, Suparman Marzuki, meminta pihak tertentu tidak membesar-besarkan isu perpecahan yang terjadi pada tubuh KY, terkait kompsisi ketua dan wakil ketua di lembaga tersebut.

"Soal itu jangan diperbesar lagi. Sudah cukup. Sekarang menatap ke depan. Perbedaan, menurut saya, adalah sesuatu yang wajar dan lumrah. Kami ini lembaga yang mengembangkan legaritarian. Buat saya itu bukan sesuatu yang terlalu penting untuk dibicarakan lagi," kata Suparman di Jakarta, Senin.
Menyikapi hal itu, Suparman menegaskan bahwa pernyataan Taufiqurrohman tidak menandakan adanya perpecahan pada tubuh KY. Bahkan, dia meyakini hal tersebut tidak mengganggu kinerja KY.

"Di KY berlaku sistem kolektif kolegial. Maka, segala sesuatu dibicarakan oleh tujuh Komisioner KY. Kami juga punya orang-orang di biro yang bekerja dengan baik, tidak ada sesuatu yang perlu untuk dikhawatirkan," tuturnya.
Eman Suparman sendiri saat ini menggantikan Suparman Marzuki menjadi ketua bidang pengawasan hakim dan investigasi.

Menurut Juru Bicara KY Asep Rahmat Fajar, pergantian ketua bidang komisioner diputuskan melalui rapat pleno dan diikuti oleh seluruh anggota.
"Pleno KY untuk membahas pembidangan komisioner telah selesai dan berlangsung cukup lancar selama dua jam serta dihadiri oleh seluruh komisioner," katanya.
Asep juga mengatakan bahwa semua keputusan dihasilkan secara musyawarah mufakat setelah mempertimbangkan berbagai kepentingan lembaga.

Adapun hasil pleno adalah sebagai berikut: Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi dijabat Eman Suparman, Ketua Bidang Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Hakim dijabat Ibrahim, Ketua Bidang Seleksi Hakim tetap dijabat Taufiqurrahman Syahuri, Ketua Bidang Litbang, SDM dan Advokasi tetap dijabat Jaja Ahmad Jayus dan mantan wakil ketua KY Imam Anshori menjabat Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi. (Wilmar P)

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved