Jakarta, infobreakingnews - Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara telah menjawab keluhan Warga Koja, yang mengeluhkan
lambannya penanganan pengangkutan sampah dari DEPO UKA. Menurut warga sampah itu sudah lebih satu
minggu tidak terangkut sehingga mengeluarkan bau tak sedap yang sangat menusuk
hidung.
Ketua Rukun Warga
(RT) 01/02, Kel. Tugu Utara Wawan mengeluhkan banyaknya gerobak sampah yang
berderet parkir Jl. Palm. “Gerobak
sampah ini sudah lebih satu minggu parkir disini. Selain membuat macet
lalulintas juga membuat warga tidak nyaman karena sampah itu sudah mengeluarkan
bau yang sangat menusuk hidung,” ujar Wawan.
Menurut Wawan, dia sudah koordinasi ke kelurahan, tapi tidak
ada solusi. “Pak lurah pun tidak dapat berbuat apa apa. Padahal sudah saya
sampaikan keluhan warga. Kasihan anak anak yang ada di Play group itu, mereka
kan masih rentan terinfesi,” ungkap sang ketua RT.
Hal yang sama juga disampaikan Dusnar warga setempat.
“Inilah pak yang sedang kita bahas dengan pak RT. Ngga tau apa alasannya
gerobak ini dijejer di sini. Sampah bukan sampah kita kok diparkir disini ?,” keluhnya.
Menurut informasih yang dihimpun, dari warga
dan pemulung yang berada di depo sampah UKA mengatakan, tumpukan sampah terjadi
karena alat berat escavator rusak. “Alat beratnya pak yang rusak. Tadinya ada satu alat berat yang
standbay disini. Truck sampah siap siap tapi yang mengisi trucknya tidak ada,”
ucap Udin pemulung di tempat.
Udin mengatakan siap
kerja kalau diperintahkan. “Kita siap kerja kalau ada perintah. Tapi sampai
saat ini tidak ada yang komandoi, iya...kita diam saja,” ucapnya.
Sementara Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Koja Wilson
Simatupang tidak dapat dihubungi. Hpnya malbox. Memang , sejak Wilson Menjadi
Kasi Kebersihan Koja, sejumlah protes masyarakat
bermunculan.
Lain halnya dengan Kasi Kecamatan Kelapa Gading, dan Kasi
Kec. Penjaringan yang mendapat apresiasi warga .
Bahkan staf Sudin
Kebersihan sendiri mengaku tidak mengetahui keberadaan wilson. Bahkan dalam
RAKOR Camat Koja pun Wilson tidak hadir.
“Maaf pak, saya
diperintahkan Kasudin untuk mengklarifikasi surat konfirmasih yang bapak
titipkan. Dan sesuai perintah pimpinan sampah sudah kita tanggulangi, dan
sampahnya sudah diangkut,” ujarnya.
Menurutnya, kendala yang dihadapi hingga terjadi penumpukan
sampah akibat alat beratnya yang terbatas. “Kita hanya memiliki satu alat berat
(escavator). Dan itu dipergunakan kesana kemari sehingga terjadi kelambanan
pelayanan pengangkutan sampah,” ucapnya. (Thomson Gultom)



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !