Pages

Kamis, 19 November 2015

Berbagai Pihak Mendesak Setya Novanto Mundur, Karena Dinilai Sebagai Penghianat Bangsa

Setya Novanto
Jakarta, infobreakingnews - seperti halnya gaya keras Ruhut Sitompul yang meminta kesadaran nurani dari Setya Novanto yang kini menjabat ketua DPR RI, berani mundur dari jabatannya karena kaksus kejahatan besar yang mencatut nama Presiden Jokowi dan wapres JK hanya demi mendapatkan saham bagi hasil dari petinggi Freeport, tambang emas luar bisasa milik anak bangsa yang selama puluhan tahun ini dinikmati sekelompok pebisnis asal Amerika.
Secara tegas Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahean, menilai, apa yang dilakukan oleh Ketua DPR, Setya Novanto (SN) dan MRC, dalam negosiasi ilegal kontrak Freeport yang kemudian meminta saham 20 persen kepada Freeport sebagai kompensasi untuk memuluskan perpanjangan operasi Freeport di Papua adalah bentuk pengkhianatan kepada negara.
"Mengapa ini masuk kategori pengkhianatan? jawabannya adalah karena saham yang diminta SN itu adalah seharusnya milik negara dalam bentuk divestasi saham. Artinya, SN sedang berupaya merampok atau mengambil hak negara secara ilegal," ujar Ferdinand kepada infobreakingnews.com, di Jakarta, Rabu (18/11).
Saham itu, kata dia, mestinya diberikan kepada negara. Negara artinya rakyat. Yang seharusnya menjadi milik negara dan rakyat berusaha dirampas oleh SN, berupaya menipu dan menelikung hak negara dan rakyat.
Menurutnya, dengan dalil ini tentu cukup menempatkan SN sebagai pengkhianat. Dengan demikian, dia meminta, Presiden harus segera memerintahkan penegak hukum untuk menangkap SN dan mengadilinya sebagai pengkhianat bangsa.
"Presiden jangan berdiam diri dengan skandal ini, karena masuk skandal besar yang justru bisa digiring ke Sidang Istimewa MPR untuk mengimpeach Jokowi. Ingat peristiwa Gusdur yang cuma skandal kecil, akhirnya membawa Gusdur yang tidak terlibat kepada Sidang Istimewa dan memberhentikan Gusdur sebagai presiden," katanya.
Lebih dari itu secara terbuka Ruhut pada acara Mata Nazwah Sihab mencaci maki secara blak blakan prilaku Setya Novanto yang sejak dulu penuh masalah hukum namun hingga kini trus lolos dari pemeriksaan hukum.
"Setya Novanto itu adalah pedagang. " kata Ruhut sambil mengecam juga secara ganas Fadli Zon yang selama ini mati-matian membela habis Setya Novanto diberbagai kesempatan, dan Fadli Zon sendiri ikut terlibat dalam pertemuan gelap berbau bisnis demgan calon Presiden Amerika Donald Trump, yang kasusnya hingga kini masih abu abu ditangan majelis kehormatan dewan (MKD- DPR).
Sampai dengan berita ini diturunkan, berbagai pihak mendesak mundur Setya Novanto, dan belakangan pihak Pertamina ikut juga membongkar kejahatan Setya Novanto yang menagih sejumlah uang yang cukup fantastis dari Pertamina, yang dalam surat itu Setya menyebutkan Pertamina harus membayar utangnya kepada Setya Novanto, yang sangat membuat bingung pihak Pertamina, dari mana asalnya urusan utang kepada Setya Novanto, anggota DPR dari dapil NTT yang kini para tokoh NTT datang berdemo ke Jakarta meminta petinggi Golkar memecat Setya Novanto, sambil menarik dukungan politiknya kepada mantan Bendaha Umum Golkar itu. *** Raymond Sinaga.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar