Pages

Rabu, 11 November 2015

Menyedihkan, PSK Justru Lebih Aman Dari Ancaman HIV, Daripada Ibu Rumah Tangga Yang Setia Dirumah

Pekanbaru, infobreakingnews - Ini baru berita, dan sangat perlu untuk direnungkan secara mendalam, karena penyakit yang ganas dan mematikan ini justru lebih rawan bagi isteri yang tulus dirumah, ketimbang para wanita pelacur diluar sana.

Ironis karena siapa sangka, pekerja seks komersial (PSK) yang setiap hari melayani pelanggannya dari berbagai kalangan justru lebih aman dari infeksi virus imunodifisiensi pada manusia (HIV) dan AIDS dibandingkan kelompok ibu rumah tangga. 

Dari data sampai Agustus 2015, pekerja seks yang terkena AIDS di Riau hanya tujuh orang, sementara ibu rumah tangga mencapai 41 orang.

"Pekerja seks justru lebih bersiap mencegah AIDS. Mereka bekerja memakai kondom. Adapun ibu rumah tangga lebih banyak ditularkan oleh suaminya yang berperilaku menyimpang di luar rumah," kata Mareno, Koordinator D-KAP Riau, organisasi pemerhati HIV/AIDS Riau, yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia Riau di Pekanbaru, Selasa (10/11/2015).
AIDS dari golongan ibu rumah tangga memiliki kecenderungan meningkat dan belum ada tanda-tanda menurun. 

Meningkat

Sepuluh tahun lalu, jumlah ibu penderita AIDS di Riau masih kecil, hanya empat orang. Namun, setahun kemudian, pada 2006, jumlahnya sudah mencapai 12 orang, kemudian 17 (2009) dan 19 (2011). 

Pada 2012 dan 2013, angkanya meningkat tajam menjadi 27 dan 29 orang. Setahun tahun belakangan, yaitu pada 2014, angka ibu penderita AIDS sudah mencapai 32 orang dan sampai Agustus 2015 menjadi 41 orang.

Celakanya, penyakit dari ibu menurun kepada anak yang dikandungnya. Sejak 1997, 64 bayi terinfeksi HIV yang ditularkan ibunya. Sebanyak 34 anak lainnya menderita AIDS yang dibawa ibunya.
Dalam sebuah acara sosialisasi, Mareno pernah menyarankan kepada ibu-ibu agar menyediakan kondom secara diam-diam, memasukkannya ke dalam tas suaminya yang akan bepergian. 

"Banyak ibu yang tahu suaminya gemar 'jajan' di luar. Memang kondisi itu seakan melegalkan perselingkuhan, tetapi ibu-ibu justru lebih terhindar dari risiko penyakit yang dibawa suaminya," kata Mareno.

Karyawan bank
Suami mana yang paling banyak menularkan HIV/AIDS? 

Ternyata, berdasarkan pekerjaannya, lelaki yang bekerja sebagai karyawan dan wiraswasta yang paling besar. 

Sampai Agustus 2015, karyawan yang menderita AIDS sudah mencapai 95 orang, disusul wiraswasta 33 orang. 

Dibanding 2014, terjadi kenaikan dari kelompok karyawan yang semula 80 orang, tetapi untuk kelompok wiraswasta, jumlahnya menurun dari 52 orang. 

Dari kategori pekerjaan, karyawan bank ternyata paling banyak menderita HIV. Belum ada penelitian mengapa orang bank banyak menyimpang perilaku seksnya. 

"Mungkin karena secara ekonomi mereka berkecukupan. Sebagian besar dari mereka heteroseksual, yang menyukai lawan jenis. Namun, sebagian lain adalah homoseksual. Namun, yang homo banyak juga yang punya istri dan anak," kata Mareno. *** Yana Achbarie.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar