![]() |
| Mata Dita Yang Lembam Kena Bogem |
Jakarta, infobreakingnews - Sejak terpilih menjadi anggota komisi III DPR Masinton Pasaribu, boleh dikatakan cukup lantang dan langsung dikenal publik karena berani membongkar kasus Pelindo II bahkan juga berani menyindir keras kelauarga Jusuf Kalla yang bermain proyek di Freeport.
Kini mendadak pula Masinton dilaporkan staf ahlinya, seorang perempuan berwajah cantik bernama Dita Aditia Isnawati ke Bareskrim Polri atas dugaan penganiayaan. Kasus itu terjadi pada Kamis (21/1) lalu. Mengapa Dita baru lapor ke Bareskrim sembilan hari setelahnya?
Laporan Dita itu baru disampaikan pada Sabtu (30/1) malam tadi. Dita didampingi Sekretaris DPW NasDem DKI Jakarta Wibi Andrino.
Ada jeda waktu sekitar 9 hari sejak kejadian hingga laporan itu dilayangkan ke Bareskrim, sebagai isyarat adanya upaya damai yang sejak awal disepakati, namun kenyataannya ada pihak yang ingkar sehingga kemudian dilaporkan juga ke Polisi.
Rupanya laporan Dita itu terkait dengan posisinya sebagai pengurus biro perempuan dan anak DPW NasDem DKI Jakarta. Saat ada rapat NasDem, Wibi melihat mata Dita lebam seperti kena pukulan. Setelah ditanya, diketahuilah dia mengaku dipukul Masinton.
"Kemarin pas rapat matanya bonyok. Kenapa mata lo? Dia nggak ngomong, nggak ngaku malah nangis. Setelah ditanya-tanya, akhirnya baru ngaku (dipukul Masinton)," ujar Wibi kepada infobreakingnews.com, Minggu (31/1/2016).
Wibi yang juga anggota badan advokasi hukum NasDem, lalu mengkonfirmasi hal itu kepada Masinton langsung. Namun Masinton membantah. Sampai akhirnya Wibi dihubungi oleh ibunya Dita yang membenarkan pemukulan kepada anaknya.
"Ibunya Dita telepon saya nangis. Masinton juga pernah datang untuk mengajak damai kasih pengobatan ke RS Aini supaya sembuh," ujarnya.
Meski diberi pengobatan, namun Dita didampingi Wibi tetap melaporkan Masinton ke Bareskrim dan diterima malam tadi. Masinton dilaporkan dengan pasal penganiayaan.
"Kita bela kader, nggak mau politisir. Ini ada kader NasDem dipukul anggota DPR PDIP," tegasnya.
Soal pengobatan bagi Dita itu sebelumnya dibenarkan oleh Tenaga Ahli Masinton, Abraham Leo Tanditasik. Namun Abraham menyebut pengobatan itu atas permintaan Dita.
"Besoknya tanggal 22 Januari 2016 Dita menelepon saya minta dibantu biaya pengobatan karena ingin dirawat di rumah sakit mata Aini di daerah Kuningan. Permintaan Dita saya sampaikan ke Pak Masinton dan dibantu biaya perawatan di RS mata Aini," terang Abraham.
Leo dan Masinton selanjutnya membesuk Dita dirawat di RS Mata Aini selama 2 hari 2 malam yang didampingi orang tuanya untuk menanyakan kondisinya. Berhubung kondisi memar di sekitar mata sudah membaik, atas saran dokter Dita diperbolehkan pulang.
Sementara ditempat terpisah Mamsinton menyebutkan kejadian itu akibat Dita mabuk dan memintanya untuk menjemput Dita dikawasan jalan Cikini karena Dita tidak sanggup bawa mobil, namun didalam mobil Dita hyeteris dan muntah muntah seraya mencoba menarik stir yang dikemudikan sehingga terjadi insiden antara Dita dan anak buah Masinton.
Entah siapa yang benar dan ada apa dibalik hubungan Dita dengan Masinton, masih terus diteliti. Masinton bisa jatuh terjerembab jika kelak terbukti menganiaya seorang perempuan yang menjadi satf ahlinya. Paling tidak banyak yang aneh dengan masalah mereka, kok bisa Masinton yang politisi PDIP merekrut Dita sebagai staf ahlinya yang memrupakan kader partai Nasdem ? *** Adriansyah Harahap.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar