Mogadishu, infobreakingnews - Sebuah
pesawat komersil terpaksa mendarat secara darurat di bandara internasional
Mogadishu, Somalia setelah sebuah ledakan membuat bolongan di bagian jendela
serta badan pesawat.
Menurut rumor
yang beredar, ada seorang penumpang yang jatuh akibat lubang tersebut.
Kapten pesawat
menilai bahwa ledakan tersebut adalah bom. Pendapatnya juga didukung dengan
pendapat seorang ahli penerbangan yang menyatakan bahwa kecelakaan tersebut terjadi
akibat sebuah peledak.
74
penumpang dan kru kemudian segera dievakuasi, setelah burung besi itu berhasil
mendarat pada Selasa 2 Februari 2016. Hal itu dikemukakan oleh juru bicara
penerbangan Somalia, Ali Mohamoud.
"Saya
pikir itu bom," kata pilot Vladimir Vodopivec seperti dilansir dari Guardian. Ledakan terjadi tak
beberapa lama pesawat bertolak dan belum mencapai 30.000 kaki atau ketinggian
stabil.
Lalu
pilot pun memutuskan putar balik ke bandara di Somalia.
"Untungnya,
kontrol penerbangan tidak rusak, sehingga saya bisa kembali dan mendarat di
bandara. Insiden macam ini belum pernah terjadi selama karier saya jadi pilot.
Kami kehilangan banyak tekanan di udara. Terima kasih Tuhan, ini semua berakhir
dengan baik," ujar pilot berusia 64 tahun itu.
"Ada
dua penyebab bolongnya badan pesawat itu," timpal John Goglia, mantan
Komite Keamanan Udara AS.
"Bisa
bom atau tekanan udara namun badan pesawat sudah berusia tua, sehingga
meledak dan berlubang," tambahnya John Goglia.
Menurut
keterangan saksi mata, seorang bernama Mohamed Ali, ia dan penumpang lainnya
mendengar ledakan sebelum melihat api berkobar yang kemudian membuat badan pesawat itu
bolong.
"Aku
tidak tahu apakah itu bom atau korslet, namun kami mendengar suara ledakan.
Tapi aku tak tahu apakah ada penumpang yang terjatuh dari lubang itu,"
ujarnya.
Kendati
petugas penerbangan Somalia mengatakan ada 2 yang terluka, sejumlah laporan
menyebut ada seseorang jatuh dari lubang pesawat itu. Namun belum ada
penjelasan mengenai hal tersebut.
Mohammed
Hassan, polisi dari kota Balad--yang berjarak hanya 18 mil dari Mogadishu,
mengatakan penduduk menemukan satu jasad pria tua yang kemungkinan jatuh dari
pesawat.
Pesawat
itu dioperasikan oleh maskapai Daallo Airlines yang akan menuju Djibouti,
Tanduk Afrika dari Mogadishu.
Somalia kini
tengah menghadapi gempuran dari kelompok teroris Al-Shabab, yang selama ini
bertanggung jawab atas beberapa sarangan mematikan di seluruh negeri itu.
***Nadya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar