![]() |
Jakarta, Info Breaking News – Presiden Joko Widodo dalam pidatonya
mengingatkan kepada para kepala daerah untuk menghindari praktik tindak pidana
korupsi.
“Tadi
sudah disampaikan pak ketua, 'Pak Presiden, sekarang ini banyak gubernur,
bupati, wali kota yang ditangkap KPK'. Ya saya sampaikan hati-hati. Jangan
main-main dengan yang namanya korupsi, suap, gratifikasi. Hati hati. Jangan
bersentuhan dengan hal yang tadi saya sampaikan,” ungkap Jokowi dalam
sambutannya ketika membuka Rapat Kerja Nasional
(rakernas) XI Asosiasi Pemerintah Kabupten Seluruh Indonesia (Apkasi) di
Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten,
Jumat (6/7/2018).
Menurutnya,
pemimpin daerah seharusnya tak perlu takut dengan langkah penegak hukum yang
menindak korupsi daerah sepanjang kepala daerah beserta wakilnya tidak
terlibat.
“Kalau ndak (tidak) bersentuhan, enggak perlu yang
namanya takut, enggak perlu yang namanya khawatir,” ujarnya.
Di
kesempatan yang sama, Presiden juga mengaku prihatin mendengar kabar
tertangkapnya sejumlah kepala daerah.
“Hati-hati. Karena setiap bulan, setiap minggu pasti ada.
Saya juga sangat sedih jangan dipikir saya senang. Tengah malam tahu-tahu dapat
berita (korupsi kepala daerah). Pagi-pagi dapat berita,” ungkapnya.
Sementara
itu, Ketua Umum Apkasi Mardani Maming dalam sambutannya memang sempat menyoroti
maraknya operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
terhadap kepala daerah. Kebanggaannya sebagai pemimpin daerah, sedikit meluntur
menyusul penangkapan tersebut.
“Setelah
sekian lama jadi bupati, saya mulai kehilangan rasa kebanggaan. Hampir setiap
bulan kita dengar, tiap bulan kepala daerah ditangkap. Kurang lebih 300 bupati
tersandung masalah hukum, ini angka yang fantastis,” tutur bupati Tanahbumbu,
Kalimantan Selatan tersebut.
“Saya tidak mengerti, apakah para bupati yang
salah atau hukum kita? Jangan sampai orang berpikir, para bupati itu koruptor
dan jangan sampai orang tidak mau jadi bupati karena ditangkap,” imbuhnya.
Diketahui
sebelumnya Presiden Jokowi menerima kehadiran 42 bupati di Istana Kepresidenan
Bogor, Jawa Barat. Pertemuan berlangsung dua sesi yakni pada pukul 09.00 WIB
dan 15.00 WIB. Dalam pertemuan tersebut, Presiden menyampaikan harapannya
terhadap sinergitas kebijakan pemerintah pusat dan daerah.
“Kami
ingin agar pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten ini
betul-betul satu garis lurus. Setiap kebijakan-kebijakan yang ada di
pemerintahan pusat bisa dikerjakan secara sinergi, bersama-sama,” kata Jokowi.
***Candra Wibawanti



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !