Headlines News :
Home » » Prof. Supandi: Agar Proses Perubahan Menuju e-Govermen/Digitalisasi Penyelengaraan Negara Berjalan Lancar, Masih Banyak Dinosourus/Batu Karang Perubahan Harus Dibenahi Lintas Sektoral

Prof. Supandi: Agar Proses Perubahan Menuju e-Govermen/Digitalisasi Penyelengaraan Negara Berjalan Lancar, Masih Banyak Dinosourus/Batu Karang Perubahan Harus Dibenahi Lintas Sektoral

Written By Info Breaking News on Rabu, 12 Juli 2023 | 21.19

Prof. Supandi dan Isteri Terkasih Hj. Ema Sofia

Palaran City, Info Breaking News -
Adalah Prof. Dr. Supandi, SH MHum, mantan Ketua Muda Kamar Tata Usaaha Negara (TUN) Mahkamah Agung yang kini membaktikan dirinya kedunia kampus sebagai Guru Besar di Universitas paling bergengsi UNDIP Semarang, yang memiliki arti paling dalam bagi Supandi yang terbilang masih generasi cicitnya Pangeran Diponegoro yang super fenomenal dinegri tercinta Indonesia sepanjang masa.

Dan terkadang pria yang semakin berusia lanjut tampak semakin awet muda dan lebih sehat ketika puluhan tahun bertugas sebagai wakil Tuhan dalam menangani banyak perkara ini sangat sungkan untuk disebutkan gelar kepakarannya

"Semua menjadi tidak ada artinya jika apa yang sudah kita lakukan dengan berdarah darah mengucur keringat jerih yang terkadang harus berpisah lama dan jauh dengan anak isteri, demi membaktikan diri menjalankan tugas mulia sebagai insan hakim dinegeri yang kita harus maklumi masih terus diwarnai carut-marut keadilan. Semua tanpa terkecuali memang harus dipaksakan untuk introspeksi diri dan istiqomah, taulah bersyukur agar apapun yang kita miliki menjadi barokah dan berdampak positif bagi banyak orang." ungkap Supandi secara spesial hanya kepada Media Bergengsi Info Breaking News yang konsern dipemberitaan seputar hukum dijajaran Mahkamah Agung, sejak 2012 lalu. 

Sejatinya terlalu banyak yang tidak mampu diungkapkannya betapa mirisnya melihat hari ini Rabu 12 Juli 2023 dipermukaan media elektronik tv maupun digital online yang begitu cepat mengcover berita yang mendadak muncul dan dibaca banyak orang akibat dari tehnologi canggih internet yang sangat mudah diakses oleh setiap orang lewat HP seluler diganggamannya.

Tanpa harus diungkapkan publik mengerti tentang apa yang hari ini terjadi sejak setahun lalu terus menerus dikembangkan oleh pihak anti rasuah. Ohhh serasa tidak ada makna dan artinya perjuangan para pendekar hukum seperti seniornya Bagir Manan, Arifin Tumpa atau Maestro Hukum Hatta Ali yang sempat mengguncang dunia peradilan dengan semua jurus saktinya, bersatu dan solid serta super strong yang tak mampu dikoyak dengan gampang oleh pihak manapun. Tapi beda bagaikan langit dan bumi sekarang rasanya, dan terus menerus seakan belum selesai terus diganyang oleh pihak anti rasuah seakan terkesan ingin membakar rumahnya, bukan sekedar menangkap segelintir tikus kantor di MA.

"Padahal pihak lembaga Mahkamah Agung sejak 2004 sudah kita gerakkan ke Transfer Teknolgi Informatika dgn julukan e-Court dgn segala aspeknya, menimba pengalaman Pengadilan Amerika, Uni Eropa, Korea Selatan, Jepang, Australia dll. Tapi memang cukup berat "Tidak semudah membalik telapak tangan". Didalamnya masih banyak "Dinosaurus", "Batu Karang" Perubahan" tukas Supandi, yang telah membukukan Biografinya menjadi panduan dan sumber inspiratif bagi generasi muda, khusunya bagi mereka mahasiswa fakultas hukum.

Dan lebih lanjut suami terkasih dari Hj. Ema Sofia, perempuan yang menjadi belahan jiwanya yang merupakan cinta pertama bersemi didesa Tembung, Deli Serdang Sumatera 50 tahun lalu itu mengungkapkan  "bahwa di NKRI belum semua sektor kehidupan berbangsa dan bernegara secara serentak dan simultan menggerakkan e-Govermen/Digitalisasi Penyelenggaraan Negara, yang menjadikan terbukanya cela cela koruptif" 

Salah satu penyebabnya adalah kurang berhasilnya mencapai "Kualitas kecerdasan anak Bangsa di NKRI" sebagai salah satu tujuan terpenting yang mutlak harus dipikirkannya NKRI

" Ingat bunyi Alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945) yang hingga berita diturunkan hari ini Rabu (12/7/2023), tujuan negara kita itu belum banyak berubah. Suka atau tidak, inilah kenyataan yang terbentang dihadapan kita" tukasnya tegas.

Mengapa semua ini harus terjadi ?

Mari sama-sama kita merenung dan bertanya pada rumput yang bergoyang seperti kata Ebiet G.Ade yang sejak awal sudah memberi peringatan keras kepada semua anak bangsa. Atau setara dengan teguran langsung dari Tuhan Sang Pemilik Semesta, Nikmat KU yang mana lagi yang sanggup kau dustakan. 

Agar gerakan Perubahan menuju Digitalisasi Penyelenggaraan Negara berjalan dengan lancar dan harmoni, maka Kualitas Kecerdasan Anak Bangsa (Intelektual, Emosional dan Spiritual) harus ditingkatkan melalui Sistem Pendidikan Nasional yang tepat dan merata. 

Bagi mereka yang tertinggal akan menjadi Dinosaurus/Batukarang Perubahan. Dan Dinosaurus/Batukarang Perubahan itu masih banyak dalam kehidupan Bangsa kita di Lintas Sektoral.

"Jawabannya yang tepat adalah Dunia Pendidikan Dasar sampai dengan Perguruan Tinggi yang tepat sasaran itulah yang akan berperan sebagai Agen Perubahan NKRI.Agar Gerakan Perubahan menuju e-Govermen/Digitalisasi Penyelenggaraan Negara berjalan lancar dan harmoni, para Pemimpin harus terus mengkomunikasikan kepada anggotanya, betapa pentingnya "Perobahan ini dilakukan", sehingga dapat menekan habis Para Dinosaurus/Batukarang Perobahan Lintas Sektoral Kehidupan Bangsa dan Negara
" pungkasnya.

SELAMAT DATANG PERUBAHAN !!!!!.
MERDEKA !!!!!!

*** Lisa AF

Baca dan dapatkan berita menarik lainnya, hanya tinggal klik Beranda dibawah ini

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved