Jakarta, Infobreakingnews - Selasa (13/11) Dahlan Iskan mengirim surat kedua ke BK DPR. Ketua BK DPR M Prakosa menyampaikan Dahlan merevisi nama-nama yang telah dilaporkan ke BK DPR. Sumber di BK DPR mengatakan Dahlan mencabut dua nama anggota DPR yang telah dilaporkan terkait permintaan jatah ke BUMN. Menurut sejumlah sumber, dua nama yang dicabut Dahlan Iskan adalah ATP dan El Qudsi. Keduanya disebut tidak hadir dalam rapat dengan direksi Merpati. "Infonya begitu, tapi kita tunggu saja BK," kata El Qudsi saat ditanya wartawan.
Badan Kehormatan DPR membenarkan Menteri BUMN
Dahlan Iskan menarik sejumlah nama anggota DPR yang dilaporkan terkait pemerasan
BUMN. Namun BK enggan mengungkap nama-nama tersebut.
"Memang nama-namanya direvisi. Tapi
nama-nama itu tidak bisa kita buka, karena ini semua masih dalam proses,"
kata anggota BK DPR Anshory Siregar, Rabu (14/11/2012).
Namun , Anshory menambahkan, sekalipun
Dahlan menarik sejumlah nama anggota DPR yang pernah dilaporkan ke BK, namun
proses tetap berjalan. Tidak menutup kemungkinan BK akan mengungkap nama-nama
baru.
Sebelumnya diketahui Dahlan Iskan melaporkan 7
anggota DPR dalam dua kali pelaporan. Pelaporan pertama dilakukan Dahlan dengan
memenuhi panggilan BK. Pada pelaporan pertama, Dahlan melaporkan 2 anggota DPR
peminta jatah ke BUMN. Dahlan Iskan tidak pernah menyebut nama maupun inisial
anggota DPR peminta jatah ke BUMN ini. Menurut anggota BK Usman Jafar, dua anggota
DPR tersebut adalah Sumaryoto (PDIP), dan Idris Laena (Golkar).
Sementara pelaporan
kedua disampaikan melalui surat. Menurut sumber di BK DPR, lima
anggota DPR yang dilaporkan Dahlan adalah AQ, ATP, LM, ARW,dan MIQ. Dari lima
inisial itu, ada dua anggota DPR yang sudah buka-bukaan, yaki Achsanul Qosasi
(PD), dan M Ikhlas El Qudsi (PAN). Ikhlas yang akhirnya melempar somasi ke Dahlan
Iskan. *** Okie Asharudin



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !