Jakarta, Infobreakingnews - Badan Kehormatan(BK) akan memanggil lima anggota DPR hari ini, selasa (20/11/2012) yang
dilaporkan Menteri BUMN Dahlan Iskan mencoba memeras direksi Badan Usaha Milik
Negara. Ketua BK, M Prakosa, menegaskan bahwa pemanggilan terhadap kelima
anggota dewan itu dilakukan secara terpisah, tidak sekaligus. “Ada yang
dipanggil jam 10.30, jam 11.00, atau jam 14.00 WIB,” ujar politisi PDI
Perjuangan itu di Jakarta, 19 November 2012.
Jika kelima anggota DPR tersebut terbukti memeras, maka sejumlah sanksi
sudah menanti. “Tapi harus ada bukti-bukti, termasuk bukti dari direksi BUMN
terkait,” kata Prakosa. Menurutnya, informasi yang disampaikan Dahlan Iskan
sejauh ini berbasis data sekunder.
Dahlan Iskan, hanya mendengar dari seseorang yang
mengalami percobaan pemerasan itu. Sementara yang mengalami direksi Badan Usaha
Milik Negara (BUMN). Lantaran yang mengalami secara langsung adalah sejumlah
direksi, maka mereka juga akan dipanggil. Dari para direksi itulah nanti bukti
akan digali. "Buktinya akan kami telusuri, apakah ada rekaman, SMS atau
bukti lain,” ujar Prakosa.
Sembari menunggu proses di Badan Kehormatan itu, Dahlan Iskan
disarankan untuk melaporkan kasus ini kepada Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK), apabila sudah mengantongi bukti, supaya komisi itu segera melakukan
penyidikan.
Lima anggota DPR yang diperiksa BK pada Selasa besok itu,
dilaporkan Dahlan dalam dua kesempatan. Tahap pertama, Dahlan menyerahkan dua
nama pada 5 November 2012. Tahap kedua, ia menyerahkan lagi lima nama pada 7
November 2012. Namun Dahlan kemudian merevisi 5 nama terakhir itu. Ia
membatalkan 2 nama lewat surat ke BK DPR yang diserahkan tanggal 12 November
2012.
Prakosa mengatakan, Pertama ada dua nama, lalu beliau menyampaikan surat untuk menambahkan lima
nama lagi. Tapi lalu surat terakhir itu direvisi untuk membatalkan dua nama di
antaranya. Jadi total ada lima nama anggota DPR.***Putri Emilia



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !