![]() |
| Pjs Rektor UI Djoko Santoso. |
Jakarta, Infobreakingnews - Semakin berkembangnya studi kajian wilayah beberapa negara di dunia seperti kajian Eropa, Cina, maupun Amerika Serikat, Pejabat Sementara (Pjs) Rektor UI Djoko Santoso menyakini kajian tentang Indonesia atau Indonesia Studies masih menjadi pusat perhatian dunia.
"Kita tidak bisa memungkiri bahwa sejak dulu sekarang dan di masa mendatang Indonesia menjadi pusat perhatian dunia," ujar Djoko dalam Seminar Internasional Indonesian Studies Update Seminar Series (ISUSS) di Fakultas Ilmu Budaya UI, Rabu (28/11/2012).
Ia menjelaskan alasan Indonesia menjadi pusat kajian disebabkan besar sumber daya alam yang dimiliki serta populasi yang banyak. Dari 600 juta penduduk ASEAN 240 juta di antaranya adalah masyarakat Indonesia. Menurut Djoko kajian ke-Indonesian juga bersaing dengan kajian negara lain yakni Cina dan India.
Kajian tentang Indonesia juga berkembang di sejumlah negara seperti di Republik Rakyat Cina (RRC), Korea Selatan, Rusia, Azerbaijan, Arab Saudi dan Afghanistan. Djoko menganggap program tersebut diinisiasi oleh lembaga negara setempat. Sedangkan pemerintah hanya menjembatani sesuai kebutuhan mereka.
"Mahasiswa luar yang melihat tajam pentingnya kajian Indonesia adalah Korea Selatan, hal ini terbukti dengan besarnya jumlah mahasiswa Korsel yang belajar di UI yakni sebanyak 200 mahasiswa," jelas Djoko.
Karena itu, Djoko mendorong kajian ini terus dikembangkan dengan multi disiplin ilmu yang dilengkapi dengan pusat data kumpulan artikel hasil penelitian, buku, penelitian, pendidikan dan promosi budaya. Hal ini penting, sebab selama ini kajian Indonesia dan ke-Indonesian masih dipegang Universitas Leiden, Belanda yang diakui dunia. Menurutnya, banyak manuskrip data tentang kajian Nusantara yang tersimpan di sana.
"Dengan begitu, UI Siap Jadi Pusat Indonesian Studies," tegas Djoko yang menjabat Dirjen Dikti Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ini.
Djoko menambahkan UI juga sudah menjajaki kerja sama dengan sejumlah universitas luar negeri terkemuka, seperti Oxford University, Inggris.*** Source



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !