Jakarta, Infobreakingnews - Bupati Garut Aceng HM dikabarkan menikahi Fani
Oktora (18) yang sudah tersiar luas, bahkan menjadi berita nasional. Aceng mengaku pasrah,
dia menceraikan Fani karena merasa dibohongi.
"Saya merasa
dibohongi, ternyata bukan perawan," terang Aceng di
Jakarta, Selasa (28/11/2012) malam.
Aceng menikahi Fani pada pertengahan Juli lalu di rumahnya di Garut setelah sebelumnya diperkenalkan seorang ustad kenalannya. Aceng menikahi Fani karena sudah pisah ranjang selama 2 tahun dengan istrinya. Namun status mereka masih kawin.
Aceng mencoba
mencari pasangan pengganti istrinya dengan nikah siri hingga jadilah dia dengan
Fani. Di malam pertama, Aceng kaget sang istri barunya bukan perawan. Padahal,
dia dijanjikan akan mendapatkan seorang perawan.
"Malam pertama
rasanya bukan perawan dan tidak keluar darah," terangnya.
Karena alasan itu,
Aceng pun kecewa. Fani hanya digauli sekali, setelah itu, 4 hari kemudian,
lewat SMS dia mengirimkan talak tiga alias cerai kepada Fani.
"Saya ingin
perempuan yang bagus luar dalam," terang Aceng yang berniat menikah
kembali dengan mencari perempuan lain.
Fani
Oktora (18) dan keluarganya menuntut maaf dari Bupati Garut Aceng Bachtiar.
Sang bupati dianggapnya mencemarkan nama baiknya dan keluarganya. Sebab sudah
tersebar di masyarakat, dia dicerai karena saat dinikahi sudah tidak perawan.
"Saya cuma ingin ada permintaan maaf
ke keluarga dan saya," jelas Fani yang ditemui di rumahnya di Limbangan,
Garut, Jabar, Selasa (27/11)
Fani, dinikahi pada pertengahan Juli
lalu. Dia dikenalkan oleh seorang ustad sebuah pesantren di dekat rumahnya.
Sang bupati mengaku duda dan mencari istri untuk menemaninya umroh.
"Saya ingin maaf itu disampaikan ke
publik," jelas Fani.
Namun sang bupati yang hanya menikahinya
4 hari lalu menceraikannya begitu saja. Alasan dia tidak perawan dianggap Fani
hanya mengada-ngada.
"Saya masih perawan, saya tidak
pernah bergaul dengan lelaki lain," tegas Fani.
“Saya mau
saja minta maaf. Tapi seperti bagaimana? Kalau saya ke sana, nanti kian keruh
suasananya. Pokoknya saya akan selesaikan persoalan ini. Tapi nggak akan
saya sebutkan. Saya punya trik untuk menyelesaikan masalah ini," tegas
Aceng kepada sejumlah wartawan di rumah dinasnya di Pamengkang Gedung Pendopo
Garut, Rabu (28/11/2012).
Aceng mengaku, pihaknya sudah
beritikad baik dengan memberikan sejumlah uang kepada pihak perempuan untuk
berbagai keperluan. Antara lain untuk umroh, kuliah, dan kontrakan. Aceng pun bersikukuh dirinya
tidak bersalah, dan tidak melakukan kesalahan terkait perkawinannya yang hanya
berumur empat hari dengan perempuan asal Kampung Cukanggaleuh Desa Dunguswiru
Kecamatan Balubur Limbangan itu.
Disinggung soal tuduhan sejumlah
kalangan bahwa tindakan Aceng merupakan sebuah pelecehan, Aceng malah balik
bertanya. "Pelecehaan yang mana? Benar saya mengawini dia, tapi tidak
sesuai dengan harapan saya. Sebagai laki-laki, wajar kan ingin yang virgin (perawan),"
kata Aceng di hadapan wartawan.
Aceng pun bercerita cukup panjang
lebar mengenai alasannya menceraikan Fany. Intinya, dia menuduh Fany sudah
tidak perawan lagi karena pada malam pertama melakukan hubungan intim sebagai
suami isteri, dia tak melihat adanya bercak darah pada seprai kasur."Saya tahu antara yang
perawan atau tidak. Sampai 3 kali saya tanya. Dia tetap mengaku perawan,"
kata Aceng.
Ditanya mengenai penceraian lewat
SMS, Aceng menegaskan hal itu karena dirinya tahu bila perceraian dengan SMS
pun sudah dianggap sah. "Saya tahu itu sudah sah. Soal cerai, ukur
heureuy ge (sekadar
canda saja), sudah sah. Makanya, dengan bahasa dan etika yang baik, saya
SMS," jelasnya.*** Putri Emilia


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !