Headlines News :
Home » » Misteri Adam Lanza Melakukan Pembantaian Connecticut

Misteri Adam Lanza Melakukan Pembantaian Connecticut

Written By Unknown on Selasa, 18 Desember 2012 | 06.06

Nancay Lanza ibunda Ada















New York, Infobreakingnews - Alasan Adam melakukan tindakan kekerasan yang mematikan itu masih misteri. Sebab Adam bunuh diri setelah membuat SD tersebut 'banjir darah'. 20 Murid dan 6 orang dewasa tewas. Bahkan sesaat sebelum penembakan massal itu, dia tega menembak ibunya.

Masalah kejiwaan Adam Lanza (20) ternyata pernah diceritakan ibunya, Nancy Lanza, kepada seorang temannya. Nancy mengaku sangat khawatir dengan kondisi putra bungsunya yang semakin memburuk.

Cerita itu disampaikan Nancy hanya beberapa hari sebelum tragedi penembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook, Newtown, Connecticut, Jumat (14/12/2012). Teman Nancy yang enggan disebutkan namanya itu menceritakan, hanya kadang-kadang saja ibu dua anak tersebut mau bicara tentang Adam. Jika ditanya pun, dia memilih membicarakan putra sulungnya, Ryan Lanza, yang sukses bekerja di New Jersey.


"Dia menunduk menatap gelasnya sambil bicara, entahlah... aku khawatir akan kehilangan dia," kata teman Nancy itu dikutip dari dailymail, Senin (17/12/2012)

Dan curhatan terakhir Nancy tersebut bukan yang pertamakalinya. Menurut dia, Nancy pernah bercerita betapa Adam kerap berusaha melukai dirinya sendiri.

Ryan Kraft yang pernah mengasuh Adam kecil. Dia mengingat Adam kecil sangat pendiam dan cenderung tertutup, namun sangat cerdas.

"Ketika dia sedang melakukan sesuatu, tidak peduli apakah menyusun Lego atau bermain video games, dia benar-benar fokus. Seolah dia berada di dunianya sendiri," ucapnya.

Kraft pun teringat akan perkataan Nancy, ibunda Adam, yang mengingatkannya untuk tidak pernah memalingkan pandangan dari Adam sedikitpun. "Harus selalu mengawasinya setiap saat ... Jangan pernah memalingkan badan darinya, atau bahkan meninggalkannya untuk sekedar ke toilet atau hal-hal semacam itulah," kenang Kraft.

Muncul dugaan Adam mengidap Asperger, yang dikenal sebagai salah satu bentuk autisme. Namun Geraldine Dawson, profesor psikiatri dari University of North Carolina di Chapel Hill yang juga aktivis Autism Speaks, mengatakan tidak ada bukti adanya keterkaitan antara autisme maupun Asperger dengan kekerasan.

Salah satu penelitian memang pernah mengungkap bahwa kecenderungan untuk melakukan kekerasan pada pengidap autisme dan Asperger bisa lebih tinggi 20-30 persen dibanding populasi umum. Namun diyakini, jenis kekerasan yang dimaksud berbeda dengan yang ditemukan pada kasus penembakan di AS.

Perilaku agresif pada pengidap autisme ataupun Asperger umumnya lebih bersifat reaktif dan impulsif (tiba-tiba), misalnya mudah marah, mendorong atau berteriak-teriak. Sekalinya marah, umumnya butuh waktu lebih lama untuk meredakannya kembali.

Kepada teman nancy yang tidak mau disebutkan namanya menceritakan betapa Nancy kerap mengajarkan Adam menembak, bahkan di tempat latihan menembak. Padahal, usia Adam saat itu masih sembilan tahun.


Sementara mengenai Peter Lanza, mantan suami Nancy, disebut-sebut tidak pernah menemui Adam.

"Dia tidak pernah membicarakannya (Peter Lanza). Tapi aku tahu mereka tidak berhubungan lagi. Kupikir dia (Nancy) bahkan tidak pernah bertemu dengannya (Peter)," ungkapnya.*** Novalina Kusdarman


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved