![]() |
| Nancay Lanza ibunda Ada |
New York, Infobreakingnews - Alasan Adam melakukan tindakan kekerasan yang mematikan itu masih misteri. Sebab Adam bunuh diri setelah membuat SD tersebut 'banjir darah'. 20 Murid dan 6 orang dewasa tewas. Bahkan sesaat sebelum penembakan massal itu, dia tega menembak ibunya.
Masalah kejiwaan Adam Lanza (20) ternyata pernah diceritakan ibunya,
Nancy Lanza, kepada seorang temannya. Nancy mengaku sangat khawatir dengan
kondisi putra bungsunya yang semakin memburuk.
Cerita itu disampaikan Nancy hanya beberapa hari
sebelum tragedi penembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook, Newtown, Connecticut,
Jumat (14/12/2012). Teman Nancy yang enggan disebutkan namanya itu
menceritakan, hanya kadang-kadang saja ibu dua anak tersebut mau bicara tentang
Adam. Jika ditanya pun, dia memilih membicarakan putra sulungnya, Ryan Lanza,
yang sukses bekerja di New Jersey.
Dan curhatan terakhir Nancy tersebut bukan yang
pertamakalinya. Menurut dia, Nancy pernah bercerita betapa Adam kerap berusaha
melukai dirinya sendiri.
Ryan Kraft yang
pernah mengasuh Adam kecil. Dia mengingat Adam kecil sangat pendiam dan
cenderung tertutup, namun sangat cerdas.
"Ketika dia
sedang melakukan sesuatu, tidak peduli apakah menyusun Lego atau bermain video
games, dia benar-benar fokus. Seolah dia berada di dunianya sendiri,"
ucapnya.
Kraft pun teringat
akan perkataan Nancy, ibunda Adam, yang mengingatkannya untuk tidak pernah
memalingkan pandangan dari Adam sedikitpun. "Harus selalu mengawasinya
setiap saat ... Jangan pernah memalingkan badan darinya, atau bahkan
meninggalkannya untuk sekedar ke toilet atau hal-hal semacam itulah,"
kenang Kraft.
Muncul dugaan Adam
mengidap Asperger, yang dikenal sebagai salah satu bentuk autisme. Namun
Geraldine Dawson, profesor psikiatri dari University of North Carolina di
Chapel Hill yang juga aktivis Autism Speaks, mengatakan tidak ada bukti adanya
keterkaitan antara autisme maupun Asperger dengan kekerasan.
Salah satu
penelitian memang pernah mengungkap bahwa kecenderungan untuk melakukan
kekerasan pada pengidap autisme dan Asperger bisa lebih tinggi 20-30 persen
dibanding populasi umum. Namun diyakini, jenis kekerasan yang dimaksud berbeda
dengan yang ditemukan pada kasus penembakan di AS.
Perilaku agresif
pada pengidap autisme ataupun Asperger umumnya lebih bersifat reaktif dan
impulsif (tiba-tiba), misalnya mudah marah, mendorong atau berteriak-teriak.
Sekalinya marah, umumnya butuh waktu lebih lama untuk meredakannya kembali.
Kepada teman nancy yang tidak mau disebutkan namanya menceritakan betapa
Nancy kerap mengajarkan Adam menembak, bahkan di tempat latihan menembak.
Padahal, usia Adam saat itu masih sembilan tahun.
"Dia tidak pernah membicarakannya (Peter
Lanza). Tapi aku tahu mereka tidak berhubungan lagi. Kupikir dia (Nancy) bahkan
tidak pernah bertemu dengannya (Peter)," ungkapnya.*** Novalina Kusdarman



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !