London, Infobreakingnews - Transaksi belanja Natal 2013 di Inggris menurun. Demikian sebuah survei yang dilakukan asosiasi konsumen di negara tersebut, Which?
Survei dilakukan terhadap 2.100 orang di Inggris. Sembilan dari 10 orang sepakat merasa tertekan saat belanja berlebihan di musim perayaan.
Sebagian besar responden mengaku merasakan keuangan lebih berat pada periode Natal. Mereka harus memangkas anggaran belanja musiman.
Namun industri ritel menyebutkan angka penjualan masih normal. Bahkan penjualan di 2012 lebih tinggi dari tahun lalu.
Sebanyak 46 persen responden mengaku menggunakan mekanisme utang untuk membantu mereka memenuhi tagihan pembayaran. Mereka pun memanfaatkan mekanisme utang untuk membantu memenuhi tagihan pembayaran katru kredit.
Rata-rata kredit pada Natal 2012 yaitu 301 Poundsterling. Sementara mereka yang memiliki tabungan membelanjakan anggaran itu sebesar 380 Poundsterling. Selain kartu kredit, mereka juga memanfaatkan kartu diskon toko dan meminjam uang dari teman atau keluarga.
"Ini juga menunjukkan seberapa jauh kita dari pemulihan ekonomi belanja konsumen,'' kata Eksekutif Direktur Which? Richard Lloyd.
Survei mengungkapkan 54 persen konsumen memperkirakan anggaran Natal mereka akan lebih ketat tahun depan.*** Source : BBC

.png)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !