Headlines News :
Home » » Harga Emas ANTAM naik Rp 6.000

Harga Emas ANTAM naik Rp 6.000

Written By Unknown on Rabu, 16 Januari 2013 | 12.24

Jakarta, Infobreakingnews - Harga emas batangan di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) semakin melambung sering dengan menguatnya harga logam mulia tersebut di pasar internasional.

Harga emas Antam pada perdagangan Rabu (16/1/2013) tercatat kembali naik Rp 6.000 menjadi Rp 586.200 per gram, dari sebelumnya 580.200 per gram.

Harga jual tersebut hanya berlaku untuk emas batangan ukuran 1 gram. Sementara harga untuk emas ukuran 250 gram, Antam memasang harga Rp 547 ribu per gram atau setara Rp 136,75 juta.



Sebagian besar stok emas untuk semua ukuran tersedia, kecuali logam berukuran 4 gram, 5 gram,25 gram dan 50 gram yang kosong,

Sementara untuk harga pembelian kembali (buyback) juga ikut naik Rp 6.000 menjadi Rp 522 ribu per gram untuk emas bersertifikat resmi Antam. 

Berikut daftar harga emas yang dirilis Antam pukul 08.54 WIB:

Pecahan 1 gram Rp 586.200
Pecahan 5 gram Rp 2.781.500
Pecahan 10 gram Rp 5.522.000
Pecahan 25 gram Rp 13.730.000
Pecahan 50 gram Rp 27.395.000
Pecahan 100 gram Rp 54.740.000
Pecahan 250 gram Rp 136.750.000

Meningkatnya harga emas Antam ditopang kenaikan logam mulia di pasar internasional menguat selama dua hari berturut-turut.

Seperti dikutip dari The Street, harga emas untuk pengiriman Februari naik US$ 14,5 menjadi US$ 1.683,9 per ounce di Divisi Comex New York Mercantile Exchange. Harga emas diperdagangkan tertinggi US$ 1.684,9 per ounce dan terendah US$ 1.666,2 per ounce, sementara harga emas di pasar spot menguat US$ 14,8 per ounce, menurut indeks emas Kitco.

Para trader emas mulai berspekulasi minggu ini tentang kemungkinan Kongres menolak untuk meningkatkan plafon utang Amerika Serikat (AS), yang berpotensi menaikkan harga logam mulia karena karena investor akan beralih ke emas untuk lindung nilai terhadap ketidakpastian.

Mereka mungkin teringat soal perdebatan Kongres mengenai plafon utang pada 2011 telah mengguncang pasar saham dan mengakibatkan turunnya peringkat kredit AS.

Pada Senin, Presiden Bank Sentral AS (The Fed) Ben Bernanke menegaskan perekonomian AS masih belum pulih. Pernyataan Bernanke sejalan dengan pidato yang disampaikan Bank Sentral Chicago Charles Evans, yang menuturkan AS akan membutuhkan pelonggaran kuantitatif (QE) dalam waktu dekat.*** Source
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved