Jakarta, Infobreakingnews - Hujan yang terus mengguyur DKI jakarta dan sekitarnya hingga Rabu (16/01/20130) dini hari menyebabkan terjadi puluhan titik banjir di jakarta.
Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedikitnya 50 kelurahan di jakarta terendam banjir dan korban banjir saat
ini sudah lebih dari 6.000 jiwa yang tersebar di seluruh Jakarta.
Pengungsi
paling banyak terdapat di pos pengungsian Rawa Buaya yang di tempatkan di Jalan
Daan Mogot Km 14.
Kondisi di Jakarta
saat ini ada 50 titik banjir dengan ketinggian 30 cm hingga lebih dari 300 cm.
Menurut petugas Crisis Center DKI, Didit, banjir terparah ada di daerah Kampung
Pulo setingggi tiga meter, di daerah Cawang satu meter, Bukit Duri satu meter,
dan Tebet satu Meter.
Kelurahan
yang semalam terendam banjir adalah di Jakarta Timur, banjir merendam dua kelurahan
di Kecamatan Jatinegara, yaitu Kelurahan Bidara Cina dan Kampung Melayu.
Sedangkan di Kecamatan Kramat Jati dua kelurahan lain juga terendam, yakni
Cawang dan Cililitan.
Untuk wilayah Jakarta Selatan, banjir menggenangi
Kelurahan Bukit Duri dan Kebon Baru (Kecamatan Tebet), Kelurahan Rawajati
(Kecamatan Pancoran), Kelurahan Pejaten Timur dan Cilandak Timur (Kecamatan
Pasar Minggu), Kelurahan Pondok Pinang dan Kebayoran Lama Utara (Kecamatan
Kebayoran Lama), Kelurahan Petukangan Selatan, Bintaro, Ulujami dan Cipulir
(Kecamatan Pesanggrahan), Kelurahan Cilandak Barat dan Kelurahan Pondok Labu
(Kecamatan Cilandak), Kelurahan Petogogan (Kecamatan Kebayoran Baru), dan
Kelurahan Tanjung Barat (Kecamatan Jagakarsa).
Di Jakarta Pusat, banjir merendam tiga kelurahan
yaitu Kelurahan Galur (Kecamatan Johar Baru), lalu di Kelurahan Petamburan
(Kecamatan Tanah Abang), serta di Kelurahan Cideng (Kecamatan Gambir).
Sejumlah kelurahan di Jakarta Barat juga terendam
banjir. Di antaranya Kelurahan Kedoya Utara, Duri Kepa dan Sukabumi Selatan
(Kecamatan Kebon Jeruk), Kelurahan Kembangan Utara, Joglo dan Meruya (Kecamatan
Kembangan), Kelurahan Grogol, Tomang, Tanjung Duren Selatan, Tanjung Duren
Utara, Jelambar, Jelambar Baru, dan Wijaya Kusuma (Kecamatan Grogol
Petamburan), Kelurahan Kapuk, Cengkareng Timur, Duri Kosambi, Cengkareng Barat,
Kedaung Kaliangke dan Rawa Buaya (Kecamatan Cengkareng).
Wilayah Jakarta Utara, banjir terjadi di Kelurahan
Kelapa Gading Timur dan Pegangsaan Dua (Kecamatan Kelapa Gading), Kelurahan
Tanjung Priok, Sunter Agung dan Kebon Bawang (Kecamatan Tanjung Priok),
Kelurahan Pademangan Barat (Kec Pademangan), Kelurahan Penjaringan, Pejagalan,
Kamal Muara, Kapuk Muara dan Pluit (Kecamatan Penjaringan).
Meluapnya air di
Cengkareng Drain menyebabkan 4.800 warga
mengungsi di wilayah Jakarta Barat. Kepala Seksi Informasi Badan Nasional
Penanggulangan Bencana DKI Jakarta, Bambang Surya, mengatakan jumlah pengungsi
itu tersebar di delapan kecamatan di Jakarta Barat.
"Luapan juga karena ada kebocoran di drainase yang berada di sisi tanggul," kata Surya, saat dihubungi, Selasa malam, 15 Januari 2013. Jumlah pengungsi terbanyak berada di Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, yaitu sebanyak 2.645 warga yang ditempatkan di markas karang taruna dan terminal bus transjakarta. Di Kelurahan Rawa Buaya terdapat pengungsi 2.102 orang. Ribuan orang yang rumahnya terendam banjir di Kelurahan Bidara Cina dan Kampung Melayu mengungsi ke RS Hermina, GOR Jakarta Timur (Otista).
Banjir juga menyebabkan satu orang meninggal dunia, yaitu Angga (13), warga RT 005 RW 01, Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Korban meninggal karena tenggelam setelah disapu luapan air Kali Sekretaris.
Sampai tadi malam, debit Sungai Ciliwung di Pintu Air Manggarai terus mengalami kenaikan. Tercatat 900 sentimeter (Siaga II). Sedangkan di Bendungan Katulampa ketinggian muka air 130 sentimeter (Siaga III), Depok 250 sentimeter (Siaga III), dan Pesanggrahan 200 sentimeter (Siaga III)
"Luapan juga karena ada kebocoran di drainase yang berada di sisi tanggul," kata Surya, saat dihubungi, Selasa malam, 15 Januari 2013. Jumlah pengungsi terbanyak berada di Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, yaitu sebanyak 2.645 warga yang ditempatkan di markas karang taruna dan terminal bus transjakarta. Di Kelurahan Rawa Buaya terdapat pengungsi 2.102 orang. Ribuan orang yang rumahnya terendam banjir di Kelurahan Bidara Cina dan Kampung Melayu mengungsi ke RS Hermina, GOR Jakarta Timur (Otista).
Banjir juga menyebabkan satu orang meninggal dunia, yaitu Angga (13), warga RT 005 RW 01, Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Korban meninggal karena tenggelam setelah disapu luapan air Kali Sekretaris.
Sampai tadi malam, debit Sungai Ciliwung di Pintu Air Manggarai terus mengalami kenaikan. Tercatat 900 sentimeter (Siaga II). Sedangkan di Bendungan Katulampa ketinggian muka air 130 sentimeter (Siaga III), Depok 250 sentimeter (Siaga III), dan Pesanggrahan 200 sentimeter (Siaga III)
Jumlah pengungsi yang paling terbanyak terdapat di
Kelurahan Duri Kosambi yaitu 2.645 orang, yang ditempatkan di markas karang
taruna dan terminal bus transjakarta. Di Kelurahan Rawa Buaya terdapat
pengungsi 2.102 orang. Ribuan orang yang rumahnya terendam banjir di Kelurahan
Bidara Cina dan Kampung Melayu mengungsi ke RS Hermina, GOR Jakarta Timur
(Otista).
Banjir juga menyebabkan satu orang meninggal dunia,
yaitu Angga (13), warga RT 005 RW 01, Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kecamatan
Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Korban meninggal karena tenggelam setelah
disapu luapan air Kali Sekretaris.
Sampai tadi malam, debit Sungai Ciliwung di Pintu
Air Manggarai terus mengalami kenaikan. Tercatat 900 sentimeter (Siaga II).
Sedangkan di Bendungan Katulampa ketinggian muka air 130 sentimeter (Siaga
III), Depok 250 sentimeter (Siaga III), dan Pesanggrahan 200 sentimeter (Siaga
III).*** Samuel Aritonang



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !