Jakarta, Infobreakingnews - Kurs mata uang rupiah terhadap dolar AS pada pagi ini, Kamis (10/10), menguat sebesar 75 poin seiring dengan penjagaan Bank Indonesia (BI).
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat nilainya sebesar 75 poin menjadi Rp9.715 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.790 per dolar AS.
Ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianigsih di Jakarta, mengatakan, penguatan rupiah dipicu dari penjagaan BI yang terus menarik uang beredar melalui operasi pasar terbuka (OPT).
"Diperkirakan kurs nilai tukar rupiah dapat berada di level Rp9.600 per dolar AS," kata dia.
Lana menambahkan, posisi cadangan devisa pada Desember juga masih cukup aman, mencapai 122,8 miliar dolar AS atau naik 2,41 persen dibanding 2011. Kondisi itu dapat membawa nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS.
Sementara, analis Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, sebagian pelaku pasar uang cenderung bersikap "wait and see" menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI). Ini dikarenakan ingin mengetahui bagaimana persepsi BI terhadap outlook ekonomi, kondisi neraca perdagangan, maupun neraca berjalan Indonesia yang masih negatif.
Selain itu, lanjut dia, pelaku pasar uang juga menantikan keputusan BI terhadap suku bunga Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (Fasbi) sebagai upaya meredam pelemahan rupiah lebih dalam dan antisipasi terhadap tekanan inflasi serta menunggu hasil pertemuan kebijakan moneter dari ECB terhadap perubahan suku bunga acuannya.*** Source

.jpg)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !