Medan, Infobreakingnews - Brigadir Andreas
Grace Susanto Subroto Hutabarat (33), personel polisi yang bertugas di
Sabhara Polresta Medan, ditemukan tewas tergantung di rumah orangtuanya di
Asrama Polisi Pasar Merah, Jl Menteng Raya, Blok Q, Q No. 19 Medan, Kelurahan
Binjai, Kecamatan Medan Denai, Rabu (23/1/2013).
Andreas ditemukan
tewas sekitar pukul 08.00 WIB oleh ayahnya saat hendak membangunkan korban
untuk mengingatkannya bekerja. Setelah dipanggil berulang kali, Andreas yang
biasanya tak sulit dibangunkan, tak kunjung memberikan jawaban. Curiga dengan
kondisi itu, ayah korban langsung mendobrak pintu kamar dan mendapati anaknya
itu tergantung menggunakan tali nilon berwarna kuning di plafon kamarnya.
Kapolsekta Medan Area Kompol Rama S Putra mengaku, tubuh Andreas tergantung
dengan tali nilon kuning terikat di lehernya. Tali itu terikat di plafon kamar.
"Dari hasil olah TKP dan keterangan keluarga, dia diduga meninggal karena
bunuh diri. Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” jelas
Rama.
Penyebab Brigadir
Andreas nekat mengakhiri hidupnya banyak dugaan, mulai dari cekcok
dengan istrinya yang dinikahinya sejak April 2012 lalu, hingga persoalan mutasi
kerja yang didapat korban.
Berdasarkan
keterangan Sianipar, warga sekitar, keputusan Andreas mengakhiri hidupnya
diduga karena depresi akibat sering cekcok dengan istrinya. Dia mengaku sering
kali mendengar teriakan pertengkaran dari dalam rumah almarhum, bahkan sejak
beberapa hari mereka menikah. "Mungkin depresi karena sering bertengkar
dengan istrinya. Mereka memang sering bertengkar, sejak baru-baru menikah dulu,"
ujarnya.
Marpaung, kerabat
korban menduga, korban bunuh diri
karena ada persoalan dengan isterinya dan kini tak tinggal serumah
lagi."Mungkin dia (korban,Red) stres karena persoalan rumah tangganya,”
kata Marpaung di rumah duka.
Sedangkan sepupu
korban yang tak mau namanya dikorankan, mengatakan, korban nekad bunuh diri
karena persoalan mutasi kerja. Korban dimutasi kerja dari Polresta Medan ke
Kutalimbaru. “Persoalan dipindahkan ke daerah lain membuat korban mungkin stres
dan bunuh diri,” kata dia.
Berdasarkan keterangan pamannya,T Hutabarat. Menurutnya, beberapa hari yang lalu
Andreas datang ke rumahnya. "Saya tanya ke Andreas, kenapa dia tidak
kerja. Tapi Andreas menjawab kalau SK penugasan pindah tugas belum
keluar. Memang, Andreas dimutasi setelah mendapat sanksi atas pelanggaran
disiplin," kata T Hutabarat.
Terkait soal mutasi
kerja yang diterima almarhum, Wakil Kepala Polisi Resort Kota (Wakapolresta)
Medan AKBP Pranyoto, membenarkan hal itu. Almarhum dipindahtugaskan ke Polsek
Kutalimbaru dan SK-nya sudah keluar. Meski Pranyoto mengakui kalau almarhum
Andreas pernah tersangkut kasus narkoba dan kena sanksi disiplin, tapi tidak
ada kaitannya dengan pemutasian itu. “Soal pemicu korban bunuh diri, apakah terkait
cekcok dengan istri atau mutasi, sedang kami dalami,” ujarnya.
Diakui Kasat Sabhara Polresta Medan Kompol Tris Lesmana. “Andreas
memang benar anggota saya di Sabhara. Memang benar mau dipindahkan,” ungkapnya.
Jenazah Brigadir Andreas Hutabarat akan disemayamkan di persemayaman kristiani
yang berada di Simalingkar B. Di rumah duku, sanak keluarga tak mampu
membendung rasa sedih dan duka atas kematian Andreas. Sanak keluarga pun
berkumpul untuk mendoakan almarhum.***Samuel Aritonang



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !