Jakarta, Infobreakingnews - KPK ( Komisi Pemberantasan Korupsi) kembali memeriksa Eko Patrio dan Zulfadhli terkait hambalang dalam kapasitas sebagai anggota Komisi X DPR."Diperiksa sebagai saksi," kata
Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di Jakarta.
Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka kasus Hambalang yakni Deddy
Kusdinar dan Andi Mallarangeng. Zulfadli akan
diperiksa seputar pembahasan anggaran proyek Hambalang di Komisi X.
"Nanti
akan saya jelaskan bagaimana proses penganggaran Hambalang," kata Zulfadli
di gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/02/2013).
Zulfadli menegaskan Komisi X DPR tidak pernah membahas anggaran tahun
jamak proyek Hambalang. Menurutnya, pembahasan anggaran di Komisi X itu bisa
dibuktikan melalui risalah rapat yang sudah dimiliki KPK dan juga rekaman rapat
di komisi X.
"Dari
sana seharusnya KPK bisa menilai ada tidaknya kejanggalan dalam
pembahasan," ungkapnya.
Dia meminta KPK untuk mengusut Kementerian Keuangan, sebab anggaran tahun
jamak itu tiba-tiba dikeluarkan. Padahal DPR tidak pernah membahas anggaran
tahun jamak proyek Hambalang.
Politikus Golkar itu menegaskan "KPK jangan hanya fokus pada penyimpangan
yang dilakukan Kemenpora, tapi juga mengapa persetujuan disetujui Kemenkeu
tanpa prosedur yang benar."
Eko Patrio, Anggota Komisi X dari fraksi Partai Amanat Nasional,tiba di gedung KPK didampingi
Ketua Fraksi PAN Viva Yoga Mauladi. "Saya
diperiksa masalah Hambalang, saya dulu di Komisi X," kata Eko.
Ketua
Fraksi PAN, Viva Yoga menambahkan Eko Patrio mendapatkan panggilan dari KPK
sebagai saksi kasus Hambalang. Dia menegaskan, bahwa sikap fraksi PAN dalam
rapat pembahasan proyek Hambalang adalah menolak pengajuan anggaran Kemenpora.
Viva Yoga menuturkan "Pokoknya
kita dalam posisi menolak, ini Pak Eko bawa dokumennya,"
Berbeda
dengan Primus. Seusai diperiksa KPK beberapa waktu lalu, Primus mengungkapkan
kalau sebagian anggota DPR semula tidak setuju dengan proyek Hambalang. Menurut
Primus, pengadaan pusat pelatihan olahraga yang diusulkan pada 2010 itu tidak
menjadi prioritas dibanding pelaksanaan SEA Games.*** Yakop Pranata



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !