Jakarta, infobreakingnews - Terungkap dari pengakuan kekasih bandar narkoba Freddy Budiman, Vanny Rossyane (22) soal ruangan khusus di LP Narkotika Cipinang ditanggapi serius Kemenkum HAM. Kalapas Narkotika Cipinang Thurman Hutapea sudah diperiksa Kemenkum. Sanksi diberikan kepada Thurman.
"Per hari ini Kalapas Narkotika Cipinang kami copot," jelas Wamenkum Denny Indrayana saat dikonfirmasi, Kamis (25/7/2013).
Menurut Denny, setalah ada pengakuan Vanny soal ruang khusus yang biasa dia habiskan bersama Freddy untuk memakai narkoba dan bercinta, tim dari Kemenkum bergerak.
Sebenarnya prihal kamas khusus yang disewakan kepada sejumlah napi berduit, apakah dia itu koruptor atau bandar narkoba seperti terpidana mati Freddy , bukanlah masalah baru. Sejak lama prihal kamar khusus untuk bermesum itu merupakan salah satu bentruk bisnis pengelaolah Lapas dan Rutan, dengan cara menyewakan kamar khusus dengan tarif berbeda beda, mulai Rp.3 sampai 5 juta untuk selama 5 Jam.
Sehingga apa yang selama ini membuat wamenkum selalu kerangjingan sidak untuk katanya membasmi bisnis didalam Lapas itu, justru malah sermakin menjadi-jadi, dan dampak positip dari sidak Denny tidak dirasa bermanfaaat , malah menjadi persoalan yang ditimbulk
Vanny merupakan kekasih Freddy Budiman bandar narkoba 1,4 juta ekstasi yang divonis mati. Vanny mengaku sejak November 2012 sampai Mei 2013 dia mengunjungi Freddy. Keduanya diberi ruang khusus. Dan menutrut Vanny, fasilitas itu bisa mereka dapatkan karena besarnya uang yang diberikan kekkasihnya kepada pihak Kalapas Cipinang selama itu,
Pengakuan Vanny ini, suatu bukti mengapa justru didalam penjara lah para bandar narkoba itu memperbesar bisnis jaringan internasional narkoba, dan segala bentuk strategi kejahatan dapat secara leluasa dilakukan didalam Lapas ketimbang di Hotel berbintang diluar sana, karena kalau lingkup LP hanyalah segelintir oknum yang musti dijinakan dengan uang haram itu, sudah aman semua. Hal itulah menghapa justru setelah dipenjara si bandar narkoba Freddy, bisa mengorganisir satu juta lebih pil ekstasy, bermesum dengan model cantik 3 kali seminggu dikamar khusus sambil pesata nyabu.
Mendingan ganti semua jajaran Kemenkum sampai Kalapas seluruh Indomesia, dan pisahkan penjara khusus Narkoba, diluar pulau terpencil , begitu juga penjara khusus korupsi jangan lagi ditengah kota Bandung, buat satu penjaraa dipulau terluar khusus bagi terorisme. Bukannya aksi sok sinetron Fenny yang pamer sidak tapi tidak bermanfaat apapun.***MIL

Tidak ada komentar:
Posting Komentar