Pages

Minggu, 03 November 2013

Demokrat Nilai PPI Ibarat Pengamen Jalanan

Achmad Mubarok
Jakarta, infobreakingnews - Perseteruan antara dua kubu yang semakin rancu pada ranah pubik, jajaran pengurus dan kader Partai Demokrat (PD) diminta untuk tidak memusingkan organisasi masyarakat (ormas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI). Sebab, PPI hanyalah sebuah ormas. Anggota Dewan Pembina (Wanbin) PD, Achmad Mubarok, bahkan mengibaratkan PPI bak "pengamen jalanan".
"PPI itu ibarat musik pinggir jalan. Orang ngamen gitu menarik, tapi kan hannya lewat. Sudah. Tetapi karena disikapi terlalu serius, jadinya besar. Orang enggak ada apa-apanya kok," kata Mubarok, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (31/10).
Mubarok menambahkan, PD tak perlu mengkhawatirkan keberadaan PPI yang Ketua Umum-nya adalah Anas Urbaningrum. "Enggak ada. Apa yang mengkhawatirkan?" tukasnya.
Dia pun berpendapat, kisruh antara PD dan PPI hanyalah perbedaan cara pandang. Ditegaskan Mubarok pula, Anas sudah tidak mempunyai "pasukan".
"Itu kan cara pandang. Itu peristiwa budaya, harus pakai kacamata budaya. Kalau politik, enggak ada apa-apanya. Mas Anas cuma di rumah. Enggak punya duit, enggak punya 'pasukan'," ucapnya lagi.
Sebenarnya, kata Mubarok, PD dan PPI tak memiliki masalah. "Enggak ada (konflik). Formal, semua damai, enggak ada permusuhan. Tapi ketika wawancara, banyak plesetan. Yang membesarkan masalah ini, kan pers," tandasnya.***Oki Asharudin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar