Jakarta, infobreakingnews - Musibah banjir besar kembali melanda Jakarta dan berbagai daerah lainnya. Banjir berkepanjangan ini tentu saja berpotensi menimbulkan sejumlah penyakit pascabanjir yang bila mewabah juga memiliki kemungkinan untuk mengarah kepada kejadian luar biasa (KLB).
Demikian yang dikemukakan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Jakarta Raya (PAPDI JAYA) Ari F Syam, dalam keterangan tertulisnya yang diterima infobreakingnews.com, di Jakarta, Minggu (19/1).
"Penyakit pascabanjir adalah berbagai penyakit yang jumlah kasusnya akan meningkat setelah banjir," jelasnya.
Secara umum, kata dia, peningkatan kasus penyakit itu didasarkan pada penyebaran tiga kelompok penyakit yaitu penyebaran melalui makanan dan minuman, penyebaran melalui nyamuk dan penyebaran melalui tikus.
Ari menjelaskan penyakit yang ditularkan makanan dan minuman penyebaran antara lain infeksi kolera, disentri, rotavirus serta demam typhus.
"Pasien dengan infeksi usus bisa datang dengan diare, muntah berak, mules saat BAB dan BAB ada darah. Diare juga menjadi KLB pada banjir Jakarta tahun 2007," ujarnya.
Ari juga memaparkan, penyakit yang ditularkan melalui nyamuk misalnya Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) yang dibawa melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Ia mengingatkan bahwa pada banjir besar tahun 2007, Jakarta pernah mengalami KLB penyakit DHF, ketika ibu kota lumpuh akibat akibat genangan air terjadi pada lebih setengah wilayah Jakarta.
Sedangkan salah satu penyakit yang ditularkan melalui tikus adalah leptospirosis yang dibawa melalui kencing dan kotoran tikus dalam genangan banjir.
"Apabila kita mengalami luka terbuka pada tangan atau kaki atau mukosa mulut, maka air yang sudah tercemar dengan kotoran tikus yang sudah mengandung leptospirosis akan menularkan kita," imbuhnya.
Ari menjelaskan bahwa leptospirosis sangat berbahaya jika penyakit berlanjut dengan berbagai komplikasi antara lain terjadi kerusakan ginjal, peradangan pankreas, liver, paru dan otak.
Terganggunya kesehatan akibat banjir, tambah dia, biasanya terjadi karena ada gangguan pada faktor daya tahan tubuh, lingkungan, dan bakteri. Karenanya, ada beberapa hal yang harus diantisipasi antara lain memastikan bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi selalu higienis dan dalam keadaan segar, kebersihan lingkungan harus selalu terjaga, serta bagi anak-anak dan orangtua agar diberikan suplemen yang berisi multivitamin dan mineral.
Tak hanya itu, lanjut Ari, warga juga perlu mengisi stok obat-obat sederhana seperti obat penurun panas, obat anti diare, obat sakit kepala dan oralit.
"Tujuan dari tindakan ini semua tentunya untuk mencegah agar kita semua terhindar dari penyakit pascabanjir yang sewaktu-waktu bisa mengenai siapa saja," katanya.***Nadya.

.jpg)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !