"MASIH ADAKAH CAHAYA ITU"
Di pagi yang indah itu,
Selimut kabut masih menutupi bumi.
Okh, jika saja tidak ada matahari,
maka gelap, tidak akan berobah menjadi terang.
Ya, Tuhan memang maha pengasih dan penyayang.
Aku yang hina,
masih dibrikan kesempatan untuk melihat,
bagaimanakah hari mendatang.
Waktu kemaren, dibrikannya sebagai alat evaluasi,
karena esok harus bisa lebih baik.
Lalu, mengapa aku terus merenung?
Masih adakah harapan yang lebih baik?
Atau akan menjadi lebih buruk.
Ya, cahaya dariMu,
senantiasa menjadi harapanku
karena aku hanyalah manusia biasa,
Manusia lemah yang terkadang rakus dan serakah,
Manusia yang merasa,
bahwa seolah esok tak bisa berbuat apa-apa.
Tuhan, kenapa aku jadi seperti itu,
Mungkinkah cahayaMu jauh dariku?
Atau karena aku yang jauh dariMu.
Ya, tolonglah aku Tuhan,
agar yang lalu biarlah tetap berlalu.
Esok aku perlu cahayaMu,
agar aku tdak lagi gelap seperti yang dulu.
Ya, semoga saja CahayaMu mendatang,
Tetap bercahaya dan masih ada untukku.
Puisi ke 32, utk breaking news.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !