Jakarta, infobreakingnews - Dari sekian nama yang disebutkan sebagai bursa calon pendamping Jokowi yang secara bathin diprediksi banyak pengamat strategi, tersebut diantaranya yang paling kuat mendampingi sebagai Wakil Presiden mendatang adalah Jendral TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu.
Selain sebagai orang terdekat Megawati Soekarnoputri, Ryamizard adalah loyalis Mega yang sepak terjangnya, terekam secara baik selama berkarier Militer
Dia loyalis Mega," kata sumber infobreakingnews.com, di internal PDIP, Senin (17/3/2014).
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat tersebut masuk dalam 5 nama cawapres terkuat pendamping Jokowi. Sosok Ryamizard sendiri belakangan jarang muncul terbuka ke masyarakat.
Ryamizard yang lahir di Palembang pada 21 April 1950 ini menjabat KSAD di masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Rymizard terakhir kali muncul ke publik saat menghadiri undangan Kepala KSAD Jenderal TNI Budiman pada Kamis (20/2) lalu.
Ryamizard adalah menantu dari mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, ia dikenal sebagai jenderal lurus dan tegas. Kariernya mulai cemerlang setelah dia memangku jabatan Pangdam V Brawijaya, yang kemudian diteruskan menjadi Pangdam Jaya.
Menjelang Gus Dur lengser, Ryamizard yang saat itu Pangdam Jaya mengancam menghadapi siapa saja yang akan mengganggu keamanan di wilayahnya. Selepas dari Kodam Jaya, Ryamizard mendapat promosi bintang tiga sebagai Panglima Kostrad menggantikan Letjen TNI Agus Wirahadikusumah.
Kemampuannya merangkul semua unsur TNI saat apel siaga di Lapangan Monas yang melibatkan unsur TNI AL dan TNI AU Juli 2001 menarik KSAD untuk menunjuknya sebagai Wakil KSAD dan kemudian mengantikan Endriartono Sutarto sebagai KSAD.
Berikut jejak karier Ryamizard:
Komandan Peleton Kodam XII/Tanjung Pura (15 November 1976)
Komandan Kompi Pelajar, Komando Pendidikan (Dodik), Kodam XII/Tanjung Pura
Komandan Kompi Secaba, Dodik, Kodam XII/Tanjungpura (28 Desember 1977)
Komandan Batalyon infanteri 641 dan 642, Kodam XII/Tanjungpura (22 Juli 1980)
Kepala Seksi-2/Operasi Yonif 641 (18 Januari 1982)
Kepala Seksi Operasi Brigif Linud 17 Kujang I (1 Januari 1987)
Wakil Komandan Yonif Linud 305/Tengkorak (1 Juli 1988)
Komandan Yonif Linud 305/Tengkorak (1 Juni 1990)
Kepala Staf Brigif Linud 17/Kujang I Kostrad
Komandan Brigif Linud 17/Kujang I Kostrad (1 Juni 1994)
Asisten Operasi Kodam VII/Wirabuana (1 April 1995)
Komandan Kontingen Garuda XII-B ke Kamboja (1992)
Komandan Sektor 5 Barat, dipercaya oleh pasukan PBB di Kamboja (UNTAC)
Komandan Komando resort militer 044/Garuda Dempo, Kodam II/Sriwijaya (1 September 1995)
Kepala Staf Divif 2/Kostrad (1 Agustus 1996)
Kepala Staf Kodam II/Sriwijaya, merangkap sebagai Wakil Ketua Tim Pengamanan Hutan Terpadu (15 Juli 1997)
Panglima Divif 2/Kostrad (15 Maret 1998)
Kepala Staf Kostrad (15 Juni 1998)
Pangdam V/Brawijaya (14 Januari 1999–4 November 1999)
Pangdam Jaya/Jayakarta (4 November 1999–1 Agustus 2000)
Pangkostrad (1 Agustus 2000–4 Juni 2002)
Kepala Staf Angkatan Darat (4 Juni 2002–5 Februari 2005.
Lebih daripada itu, semakin hari nama Ryamizard semakin benyak diperbincangkkan dikalangan internal tokoh senior PDIP. Dan sepertinya Jokowi sangat memerlukan sosok prajurit sebersih jejak Ryamizard.***Mil.

.jpg)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !