Jakarta, infobreakingnews - Mencoba membandel dan tidak mau datang setelah dipanggil berberapa kali, akhirnya Bos Sentul City Kwee Cahyadi Kumala (KCK) dijemput paksa oleh penyidik KPK karena diduga berencana menghilangkan barang bukti terkait kasus suap Bupati Bogor. Saat dijemput, Cahyadi tengah makan di sebuah restoran di Sentul.
"Ketika dilakukan penjemputan, KCK sedang makan bersama-sama," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi di KPK, Jl HR Rasuna Said, JakartaSelatan, Selasa (30/9/2014).
Menurut Johan, penjemputan dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB di Restauran Taman Budaya, Sentul City, Bogor, Jawa Barat. Selain Cahyadi, KPK mengamankan 5 orang lain yang berada di lokasi bersama-sama dengan Cahyadi.
"Ada enam orang (termasuk Cahyadi), yang ada di TKP. Terdiri dari dua driver, kemudian juga ada dua orang temannya KCK. Ini saya belum dapat informasi (siapa). Kemudian ada salah satu namanya Robin," jelas Johan.
Belum diketahui siapa Robin ini dan apakah ada keterkaitan dengan kasus yang menjerat Cahyadi. Kini Cahyadi masih menjalani pemeriksaan di KPK.
KPK resmi menetapkan Cahyadi Kumala sebagai tersangka penyuap Bupati Bogor Rahmat Yasin. Dia dijerat dengan pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor. Dia terancam hukuman maksimal lima tahun penjara.
Cahyadi Kumala yang merupakan Komisaris Utama PT Bukit Jonggol Asri (BJA) dan sekaligus sebagai Presdir Sentul City itu dijemput paksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jemput paksa dilakukan KPK karena Cahyadi beberapa kali mangkir dari panggilan pemeriksaan.
Sampai berita ini ditayangkan, bos Sentul City ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK. *** Mil.

.jpg)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !