Jakarta, infobreakingnews - Derasnya hujatan masyarakat luas terhadap Setya Novanto sejak dipilih oleh Koaslisi Merah Putih sebagai Ketua DPR RI, mamasuki babak yang cukup mendebarkan jantung pria yang banyak menduduki posisi sebagai Bendahara Umum diberbagai lembaga swasta hingga memnduduki posisi Bendahara Umum Partai Golkar.
Begitu juga dengan banyaknya persoalan hukum yang melibatkan diirinya hingga berulangkali pihak KPK memeriksa Setya Novanto, sehingga kemudian membuat Fadli Zon menantang KPK untuk membuktikan keterlibatan rekannya itu kepersidangan, walaupun dibanyak persidangan kasus korupsi bahkan dihadapan majelis hakim, nama Setya Novanto terus bergema ikut terlibat kasus korupsi.
Hal inilah yang dikaitkan kemudian sehingga mendadak beredar Sprindik KPK mengenai status diri Setya Novanto naik menjadi tersangka, dan kabar ini sangat membuat jantung sang ketua DPR yang baru dijabatnya mendadak berhenti berdenyut.
Untunglah pihak KPK melalui jubirnya yang handal Johan Budi SP,menyebutkan bahwa Sprindik KPK itu adalah palsu, sehingga menurut Johan Budi ada orang yang tak bertanggung jawab yang menyebar sprindik palsu soal status Setya terkait dana PON Riau. Tak jelas siapa penyebarnya. Pastinya, KPK sudah menegaskan kalau Sprindik itu palsu alias hoax.
"Itu hoax, formatnya saja salah," jelas juru bicara KPK Johan Budi saat dikonfirmasi oleh sejuml;ah awak media di markas KPK , Selasa (7/10/2014).
Johan menjelaskan, format dan kop surat yang disebar orang yang tak bertanggung jawab itu tak sesuai dengan biasa yang digunakan KPK. Lagipula, tanda tangan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanton yang ada di dalam sprindik palsu itu tidak sesuai
Dalam surat Sprindik palsu yang beredar itu tercantum tiga nama penyidik yakni Bambang Sukoco, Heri Muryanto, dan Salmah. Dalam surat sprindik palsu itu disebutkan kalau Setya dijerat dengan pidana pasal 12 tentang UU Pemberantasan korupsi karena menerima hadiah.
Sprindik hoax itu ditandatangani pada 25 September oleh Bambang Widjojanto. Namun seperti disebutkan Johan tadi Sprindik itu hoax. Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari Setya Novanto soal Sprindik hoax ini.
Kabarnya Setya Novanto nyaris terserang jantung akibat cepatnya beredar isu negatif berkaitan dengan Sprindik KPK yang sudah di sharing keberbagai sosial media, hal ini menjadikan isu terhangat dikalangan Parlemen Senayan, apalagi saat ini sedang berlangsungnya acara pemilihan Ketua MPR yang sarat dengan muatan politis.
*** Emil F Simatupang.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !