Jakarta, infobreakingnews - Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP REI (Real Estate Indonesia) dan juga Direktur Utama PT Margahayu Land Hari Rahata Sudrajat, mendaftarkan diri menjadi calon ketua umum DPP REI periode 2016-2019 setelah mengklaim mendapatkan dukungan dari 28 DPD REI seluruh Indonesia.
"Ya, hari ini kami mendaftarkan diri untuk maju sebagai calon ketua umum DPP REI, setelah mendapatkan dukungan dari 28 DPD dari 34 DPD yang ada di Indonesia," kata Hari Raharta, usai mendaftarkan diri ke panitia seleksi, di Jakarta, Kamis (25/8).
Hari mengaku, dengan dukungan besar dari DPD REI, dirinya yakin bisa menang dalam ajang Munas REI yang direncanakan bakal di gelar pada bulan November mendatang. "Ya harus yakin dunk, bisa menang," kata dia.
Hari mengatakan, pihaknya akan membawa pengembang yang tergabung dalam REI ini selain menjadi pertner pemerintah dalam mewujudkan hunian yang nyaman dan aman kepada masyarakat. Pengembang juga akan di dorong untuk go internasional baik pengembang besar maupun pengembang menengah.
"Saat ini kan sudah pasar bebas, banyak investor asing masuk ke Indonesia, kita juga harus berani dan tidak mau kalah dan mendorong pengembang menengah juga untuk investasi ke luar negeri," tambah mantan ketua DPD REI Jabar ini.
Soal persoalan properti di dalam negeri, kata Hari Raharta, REI tidak mengeluh, tetapi memberikan masukan kepada pemerintah akan sektor properti di Indonesia ini tumbuh lebih baik. Persoalan klasik seperti maslah perijinan, listrik, infrastruktur dan pembiayaan adalah masalah yang harus di hadapi dan pemerintah saat ini sudah maksimal mmemberikan kemudahan dan pemangkasan perijinan.
"Kami tentu sambut baik langkah pemerintah memangkas perijinan dan kemudahan lainnya dengan berbagai paket regulasi yang di keluarkan belum lama ini," katanya.
Kedepan, kata dia, pihaknya berharap masalah lahan ini juga menjadi konsen pemerintah. Karena sektor perumahan tak terlepas dari masalah lahan yang dihadapi. Karena harga lahan ini tidak bisa dikontrol oleh pemerintah. Sedangkan harga rumah terutama untuk rumah subsidi harga dibatasi.
"Sekarang harga rumah subsidi dibatasi, sementara harga lahannya diserahkan ke mekanisme pasar. Karena itu perlu adanya land banking atau bank tanah yang murah oleh pemerintah," tambahnya.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !