![]() |
Washington, Info Breaking News - Koresponden CNN untuk
Gedung Putih Jim Acosta terlibat adu mulut yang sangat panas dengan Presiden
Donald Tump dalam jumpa pers Rabu (7/11) waktu setempat usai Acosta bertanya
soal imigran kepada Trump.
Sebelumnya, Ascosta terlihat sedang berebut mikrofon dengan seorang staf
Gedung Putih agar dia bisa mengajukan pertanyaan. Usai mengajukan pertanyaan
kepada Trump terkait imigran, keduanya pun terlibat percekcokan. Trump kemudian
menyampaikan ke Acosta untuk membiarkannya bekerja.
“Jujur saja, saya kira Anda harus membiarkan saya menjalankan negara ini,
dan Anda menjalankan CNN saja,” kata Trump pada Acosta.
Si wartawan mencoba mengajukan pertanyaan lagi sebelum seorang staf
perempuan berjalan mendekatinya.
Trump pun secara tegas berkata "Sudah cukup!"
Meski begitu, Acosta tetap mencoba bertanya bahkan ketika staf tersebut
berusaha mengambil mikrofon dari tangannya, Acosta berusaha mempertahankan. Staf itu lalu
berlutut di dekatnya, menunggu dia selesai bicara.
Acosta kemudian bertanya soal penyelidikan kasus dugaan campur tangan
Rusia, yang oleh presiden dijawab sebagai “hoax.”
Trump kembali meminta Acosta menaruh mikrofon dan stafnya akhirnya menerima
mikrofon itu lalu menyerahkannya kepada koresponden NBC News Peter
Alexander.
Namun, Trump ternyata belum selesai dan menyerang Acosta sebagai
"orang yang sangat kasar”.
“Dengarkan. CNN seharusnya malu memperkerjakan Anda. Anda orang yang kasar
dan mengerikan. Anda seharusnya tidak bekerja untuk CNN,” kata Trump pada
Acosta.
“Anda orang yang sangat kasar. Cara Anda memperlakukan Sarah Huckabee
(Sekretaris Pers Gedung Putih) sangat mengerikan. Anda seharusnya tidak
memperlakukan orang seperti itu,” tambahnya.
Alexander menyela untuk membela Acosta dengan menyebutnya sebagai seorang
reporter yang tekun.
“Well, saya juga tidak suka Anda, jujur saja,” kata Trump pada
Alexander.
"Saya mengerti,” jawab Alexander.
Acosta lalu berusaha bicara lagi, tetapi Trump memintanya duduk.
“Ketika Anda membuat berita bohong, seperti yang banyak dilakukan CNN, Anda
adalah musuh rakyat,” kata Trump.
Merespons insiden ini, wartawan Fox News Chris Wallace dan
Todd Starnes mengecam Acosta.
“Harus saya katakan bahwa perilaku Acosta memalukan,” kata Wallace.
Tak lama setelah peristiwa itu, CNN melalui akun
twitternya merilis pernyataan bahwa apa yang dilakukan Trump sudah keterlaluan.
“Serangan presiden ini terhadap media sudah terlalu jauh. Itu bukan hanya
berbahaya, tetapi juga sangat 'tidak Amerika'. Meskipun Presiden Trump sudah
menegaskan bahwa dia tidak menghormati kebebasan pers, tetapi dia terikat
sumpah untuk melindunginya. Pers yang bebas adalah hal vital untuk demokrasi,
dan kami berdiri di belakang Jim Acosta serta sesama jurnalis di manapun berada,”
tulis CNN. ***Armen
Sumber: The Guardian



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !