Headlines News :
Home » » OC Kaligis Surati Menteri Tjahjo Kumolo

OC Kaligis Surati Menteri Tjahjo Kumolo

Written By Info Breaking News on Sabtu, 09 Oktober 2021 | 14.26


JAKARTA, INFO BREAKING NEWS - OC Kaligis melayangkan surat terbuka. Kali ini ditujukan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia (Menpan RB) Tjahjo Kumolo.

Isinya kembali menyoroti aksi huru-hara kelompok Novel Baswedan pasca tak lolos TWK dan kini resmi didepak dari KPK.


Berjuta orang gagal lolos ujian Aparatur Sipil Negara. Namun, hanya  butuh seorang Novel Baswedan untuk menciptakan kericuhan hanya karena tak lolos tes.


Seandainya ia lulus, huru-hara Indonesia sebagai negara hukum pasti tidak terjadi. 


Meski ramai didukung media, profesor-profesor hebat, hingga lembaga negara seperti Ombudsman, Novel Baswedan dkk dinyatakan kalah. Presiden Jokowi pun dalam menghadapi ricuh TWK yang disutradarai Novel, akhirnya membuat deklarasi dengan tunduk pada putusan Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi. Upaya Novel di MA dan MK runtuh, gagal total.


Kini, dengan status sudah lepas dari KPK, Novel beserta kelompoknya ditawari pekerjaan dari Polri.


“Saya yakin putusan Presiden untuk mengerjakan kembali Novel Baswedan dan kawan-kawan ke Bareskrim adalah pernyataan politis, tanpa adanya surat penetapan dan surat perintah Presiden kepada Kapolri,” kata OC Kaligis dalam suratnya.


Seandainya ada surat perintah, saya memberi nasehat hukum dalam kedudukan saya sebagai ahli hukum, jangan sampai karena surat anjuran Presiden kepada Kapolri, DPR RI mengajukan hak interpelasi atau hak angket kepada Bapak Presiden karena melanggar sumpahnya untuk  taat hukum dan undang-undang.


Adalah polisi yang dulu menggelar perkara penganiayaan dan pembunuhan Novel. Bayangkan bagaimana pandangan dunia hukum jika Novel duduk sebagai ASN di Bareskrim?


Dalam kasus penyiraman air keras, Novel juga sempat menuduh petinggi polisi. Di KPK pun, ia tak henti-hentinya meminta agar Firli Bahuri dipecat. Ia juga pernah dilaporkan oleh Brigjen Polisi Aris Budiman atas dugaan pencemaran nama baik. Mengapa polisi tak menindaklanjuti laporan tersebut?


“Dimana pun Novel bertugas, dia selalu membuat huru-hara. Kelakuannya makin menjadi-jadi karena media, Prof. Mahfud MD dan beberapa petinggi politik, mendukung perjuangannya untuk kembali ke KPK. Atau bila rezim berganti, Novel dijanjikan menjadi jaksa agung,” ungkap OC Kaligis.


OC Kaligis menilai persoalan terkait Novel Baswedan sebenarnya sederhana. Solusi paling tepat untuk mengatasi huru-hara kekacauan hukum di Indonesia adalah dengan mengadili Novel Baswedan, tersangka penganiayaan dan pembunuhan.


“Saya yakin cuma Bapak (Tjahjo Kumolo) yang berani dan sanggup untuk tidak meloloskan Novel Baswedan dan kawan-kawan ke jalan menjadi Aparatur Sipil Negara. Bapak juga yang di hari kemarin tidak meloloskan mereka menjadi ASN. Semoga Bapk tetap tegas dan tetap pada keputusan Bapak untuk tidak meloloskan semua pegawai KPK yang gagal tes,” tutup OC Kaligis dalam suratnya. ***Emil Simatupang



Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved