Headlines News :
Home » » Omicron Mengintai, Malaysia Hentikan Fase Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Omicron Mengintai, Malaysia Hentikan Fase Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Written By Info Breaking News on Rabu, 01 Desember 2021 | 12.25


KUALA LUMPUR, INFO BREAKING NEWS - Malaysia memberhentikan upaya mereka untuk hidup berdampingan dengan Covid-19.

Hal tersebut menyusul kemunculan varian Omicron yang tidak hanya menyebar di Afrika Selatan, tetapi juga ke beberapa negara lain termasuk Italia, Australia, Inggris, dan Hong Kong.


Menteri Pertahanan Senior Hishammuddin Hussein pada Selasa (30/11/2021) menyatakan pemerintah akan mencari tahu lebih banyak tentang varian Omicron.


“Meskipun kami belum mendengar ada kasus di negara kami hingga saat ini, tindakan pencegahan akan terus dilakukan,” katanya dalam konferensi pers setelah pertemuan para menteri yang menangani respons pandemi negara itu.


“Kami prihatin semua yang sudah kami rencanakan sebelumnya, pengumuman pelonggaran SOP (standar operasional prosedur), tujuh kriteria yang ingin kami umumkan dalam waktu dekat pada fase endemik, semua ini bisa terpengaruh jika kita tidak memantau penyebaran Omicron lebih dekat," lanjutnya. 


Pemerintah Malaysia sebelumnya telah menetapkan tujuh kriteria yang perlu dicapai sebelum kementerian kesehatan dapat menyatakan negara itu memasuki fase endemik hidup dengan virus Covid-19.


Kriteria tersebut termasuk jumlah tempat tidur yang digunakan di rumah sakit, unit perawatan intensif dan pusat karantina dan perawatan berisiko rendah Covid-19, kapasitas pengujian di laboratorium dan tingkat kasus positif.


Hishammuddin mengatakan kementerian kesehatan juga mencari informasi lebih lanjut tentang masa inkubasi, gejala dan penularan varian Omicron, dan akan segera mengumumkan masalah tersebut.


Sementara itu, pemerintah akan memberlakukan kontrol perbatasan yang lebih ketat di negara-negara di mana varian baru itu muncul, katanya.


Mengomentari seruan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa untuk mencabut pembatasan perjalanan di negara itu, Hishammuddin mengatakan keputusan itu didasarkan pada risiko keamanan dan saran dari kementerian kesehatan.


“Apa yang telah diputuskan oleh Depkes (Departemen Kesehatan) tidak jauh berbeda dengan apa yang telah dilakukan oleh negara-negara lain di luar sana, saya yakin negara-negara Afrika memahami bahwa itu travel pembatasan tidak terkait dengan diplomasi atau geopolitik, tetapi tentang kesehatan," papar Hishammuddin.


"Kami tidak ingin membahayakan apa yang telah kami lakukan selama satu setengah tahun dengan tindakan yang tidak bertanggung jawab," imbuhnya.


Selain itu, ia menjelaskan pemerintah juga tengah memantau risiko pembukaan kembali perbatasan Malaysia-Singapura melalui jalur perjalanan yang divaksinasi (VTL) menyusul penyebaran varian baru. ***Faradiba


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved