Headlines News :
Home » » Jangan Sampai Terjadi Lagi Tragedi 1998, Demonstran Rusuh Bagai Pecahnya Gunung Es

Jangan Sampai Terjadi Lagi Tragedi 1998, Demonstran Rusuh Bagai Pecahnya Gunung Es

Written By Info Breaking News on Sabtu, 30 Agustus 2025 | 18.05


Ambarawa,
Info Breaking News -
Dirgahayu HUT RI ke 80 diwarnai dengan aksi demo yang pecah hampir disemua pelosok tanah air, sebagai protes dan kemarahan rakyat yang selama ini merasa tertekan batin dan sangat muak dengan life style penguasa khusunya pihak legeslatip yang memicu kemarahan hingga tewasnya seorang driver Ojol yang menjadi martir atas kezholiman oknum penguasa.


Slogan BERSATU BERDAULAT RAKYAT SEJAHTERA Indonesia MAJU ? Apa arti dari semua ini? Apa arti dirgahayu? Apakah hanya sebuah kata kiasan semata dibalik penderitaan rakyatnya? Negara Kesatuan Republik Indonesia? Apakah selama ini hanya sebuah negara dibalik simbolis ideologi pancasila di dalamnya tanpa ada implementasi nyata? 

Ketika keadilan menjadi korban di altar kekuasaan, maka demokrasi hanyalah bayang-bayang yang menari di tengah kegelapan.

Indonesia sebuah nama yang resmi mengukir identitas bangsa sejak delapan puluh tahun lalu, menggantikan sebutan Hindia Belanda yang melekat dalam sejarah penjajahan. Nama ini bukan sekadar label geografis, melainkan simbol perjuangan panjang menuju kemerdekaan dan cita-cita persatuan. 

Namun, di tengah perayaan dirgahayu yang menandai delapan dekade kemerdekaan, kericuhan dan gejolak sosial yang mewarnai negeri ini mengundang pertanyaan mendalam: apa sebenarnya makna Indonesia yang kita rayakan? 

Apakah kemerdekaan hanya sebatas kata dalam teks sejarah, ataukah sebuah panggilan hidup yang menuntut kita untuk terus memperjuangkan keadilan, persatuan, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya? Di tengah derasnya arus perubahan sosial dan politik, Indonesia bagaikan sebuah kapal besar yang sedang berlayar di lautan yang penuh gelombang dan badai. 

Demokrasi, yang seharusnya menjadi jangkar kokoh bagi stabilitas dan keadilan, kini menghadapi ujian berat yang menguji ketangguhan dan integritasnya. Gelombang protes dan aspirasi rakyat yang menggema di berbagai penjuru negeri mencerminkan denyut nadi sebuah bangsa yang tengah mencari arah dan makna dalam perjalanan menuju kematangan politik. Dalam konteks ini, penting bagi kita untuk merenungkan kembali fondasi nilai-nilai demokrasi dan keadilan sosial sebagai pilar utama yang harus dijaga agar kapal Indonesia tidak terombang-ambing oleh badai ketidakpastian dan konflik.

Kondisi saat ini di Jakarta memang sedang memanas dengan adanya aksi demo yang berujung ricuh, termasuk insiden tragis di mana seorang pengemudi ojek online (ojol) dilindas mobil polisi hingga tewas. Situasi ini memicu keprihatinan luas dan menimbulkan perdebatan tentang kondisi demokrasi dan penanganan aksi massa di Indonesia.

Saat ini, semua orang yang mengambil peran demonstrasi untuk suara rakyat sangat relate dengan sastra Jawa yang berbunyi 
“ Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta Dur Hangkara ! “
(Menjaga Kedamaian Dunia, Memberantas Kejahatan)

Kronologi dan Insiden Tragis

Pada tanggal 28 Agustus 2025, terjadi demonstrasi besar yang awalnya diikuti oleh ribuan buruh di depan Gedung DPR Jakarta dengan berbagai tuntutan seperti kenaikan upah minimum, penghapusan sistem outsourcing, dan revisi beberapa undang-undang.

Demonstrasi yang berlangsung damai di siang hari berubah ricuh pada malam hari ketika massa mahasiswa dan elemen masyarakat lain bergabung dan berusaha menerobos barikade polisi. 

Berada di tengah kericuhan tersebut, sebuah kendaraan taktis Brimob melindas seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan (21 tahun) hingga tewas. Mobil tersebut terus melaju meski korban sudah terjatuh. Insiden ini memicu kemarahan publik dan tuntutan agar aparat kepolisian bertanggung jawab serta penyelidikan tuntas atas kejadian tersebut. Tujuh anggota Brimob yang berada dalam kendaraan tersebut telah diamankan dan sedang diperiksa oleh Divisi Propam Polri.

Reaksi Pemerintah dan Kepolisian

Istana Kepresidenan dan Kapolda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menyampaikan penyesalan dan berjanji akan menindaklanjuti kasus ini secara adil. Pemerintah mengimbau aparat untuk bersikap sabar dan berhati-hati dalam mengamankan demonstrasi agar tidak terjadi tindakan berlebihan.

Tuntutan dan Kondisi Buruh

Demonstrasi buruh menuntut kenaikan upah minimum, penghapusan outsourcing, penolakan PHK, serta pengesahan RUU ketenagakerjaan dan RUU perampasan aset. Buruh mengeluhkan ketimpangan antara upah mereka yang rendah dan kenaikan gaji serta tunjangan anggota DPR yang besar. Banyak buruh mengalami kesulitan ekonomi, termasuk kesulitan membayar kebutuhan sehari-hari dan pendidikan anak. 

Buruh juga mengkritik kebijakan pajak yang dianggap memberatkan mereka, seperti pajak penghasilan, pesangon, dan JHT. Berbagai daerah seperti Semarang, Bandung, dan Medan, aksi serupa juga berlangsung dengan tuntutan yang sejalan.
Dampak dan Situasi Lapangan

Kericuhan menyebabkan gangguan transportasi, termasuk penghentian sementara layanan KRL Commuter Line di beberapa rute. Massa aksi yang terdiri dari buruh, mahasiswa, dan warga sipil mengekspresikan kekecewaan terhadap pemerintah dan DPR yang dianggap tidak berpihak pada rakyat kecil. Aksi pengamanan dilakukan oleh ribuan aparat kepolisian dan TNI untuk mengendalikan situasi.

Negeri ini sedang diuji, bukan oleh musuh dari luar, melainkan oleh bisu dan buta hati para penjaga keadilan di dalamnya. Demokrasi yang hancur bukanlah akhir, melainkan cermin yang memaksa kita menatap luka terdalam bangsa ini.
Ketika suara rakyat dibungkam oleh roda kekuasaan, maka kebebasan hanyalah ilusi yang menyesatkan jiwa.

Indonesia hari ini adalah labirin di mana harapan dan ketakutan saling berkelindan tanpa jalan keluar yang jelas.

Penulis : Nabell Angell
Editor   & Penangung jawab : Mr. Emil F Simatupang.
Sumber 
Hukum.online.com.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved