![]() |
| Kasie Dukcapil DKI Jakarta Agus Suryono bersama jurnalis senior Emil Simatupang |
Jakarta, Info Breaking News - Tidak ada yang dapat membantah pentingnya kepemilikan KTP elektronik bagi setiap orang dewasa untuk banyak kepentingan, termasuk keterkaitan mendapatkan fasilitas yang disediakan oleh pihak pemerintah, seperti syarat mendapatkan BPJS, KJP, dan Bansos lainnya.
Lebih daripada itu ada banyak orang oleh karena satu dan hal lainnya tidak bisa mendapatkan identitas jati diri oleh karena keterbatasan seseorang seperti contoh sejumlah ODKJ dan mantan narapidana atau para tuna wisma yang ada di hampir semua pelosok daerah.
Sementara pihak Dukcapil dan perangkat kemitraan satuan kerja di bawahnya seringkali melakukan prosedural ketat sebagaimana yang diatur oleh sejumlah peraturan.
Padahal sejatinya pelayanan publik seperti Dukcapil adalah merupakan ujung tombaknya memberikan kejelasan jati diri setiap orang yang dianggap telah dewasa untuk memiliki KTP.
"Banyak suka dukanya sebagai pelayan publik yang terkadang karena regulasi dan keterbatasan skill di antara sebagian kecil para pegawai Dukcapil, sehingga lebih mengharuskan semua persyaratan lengkap seorang warga yang sudah semestinya memiliki KTP, dan terkadang masih banyak dikeluhkan tentang pola pikir yang kurang bijak dari perangkat terbawa seperti RT RW dan pihak Kelurahan,” ucap Agus Suryono, Kasie Dukcapil DKI Jakarta, saat berbincang ringan dengan jurnalis senior, Emil Simatupang, yang juga dikenal sebagai Ketua Forum Wartawan Mahkamah Agung, Selasa (7/7/2026) di ruang kerjanya di Jakarta.
Lebih lanjut, Agus yang akrab dipanggil Panda (Papa Kanda) oleh kedua putrinya tercinta, Gavina Tamara dan Chairunissa Dwi Fajria itu menjelaskan bahwa hak diskresi yang ada padanya menjadi melekat dengan tindakan cepat pada waktu yang tepat guna membenahi perangkat regulasi yang ada dengan kebutuhan mendesak bagi orang tertentu yang patut disegerakan untuk melayani bukan harus dilayani oleh masyarakat luas yang sangat membutuhkan KTP.
![]() |
| Agus Suryono beserta keluarga yang terdiri dari istri Erni Susanti dan kedua putri tersayang Gavina Tamara (Vina) serta Chairunissa Dwi Fajria (Icha) |
Di dalam keluarga, Agus dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi kemandirian. Tak heran mengapa didikannya itu pula menjadikan Vina, putri pertamanya terpanggil menjadi seorang psikolog. Sementara itu, si bungsu yang akrab disapa Icha lebih tertarik untuk menjadi presenter dan kini sedang berkuliah di fakultas komunikasi di sebuah perguruan tinggi bergengsi di Jakarta.
Meski telah lama menjabat sebagai Kasie dan menyandang status eselon 4, Agus tetap semangat dengan karir yang seolah berjalan di tempat. Padahal ia semestinya sudah patut menjadi Kadis eselon 3 seperti sebagian besar kerabat kerjanya.
Agus yang dikenal sangat familiar di kalangan jurnalis nyatanya tak terlalu lihai mencari celah dan terbukti lebih ingin menjunjung kredibilitasnya dibanding sibuk mencari muka, sehingga sekian lama duduk manis saja di posisi Kasie yang meski rumit, namun tetap krusial.
"Saya selalu merasa bersyukur karena seberat apapun yang ada di pundak, tapi terasa enteng karena ikhlas menjalaninya,” pungkasnya saat berbincang lepas dan ringan sambil menikmati secangkir kopi bersama. ***Nadya




0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !