Headlines News :
Home » » Kualitas Pendidikan Rendah, Prabowo: Singapura Urus Satu Kota, Indonesia Tangani Ratusan Ribu Sekolah

Kualitas Pendidikan Rendah, Prabowo: Singapura Urus Satu Kota, Indonesia Tangani Ratusan Ribu Sekolah

Written By Info Breaking News on Jumat, 07 Agustus 2026 | 08.12


Jakarta, Info Breaking News
- Presiden Prabowo Subianto menilai kualitas pendidikan Indonesia tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan Singapura karena kedua negara memiliki kondisi geografis dan jumlah penduduk yang sangat berbeda. 

Menurutnya, Singapura hanya mengelola satu wilayah dengan jumlah penduduk sekitar 5 hingga 6 juta jiwa, sedangkan Indonesia harus mengurus ratusan ribu sekolah yang tersebar di berbagai daerah.


Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat berbicara di hadapan 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).


Prabowo mengakui bahwa hasil Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan kualitas pendidikan Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara lain, seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, Jepang, dan Singapura.


"Kita masih di bawah Thailand, di bawah Malaysia, di bawah Belanda, di bawah Vietnam, di bawah rata-rata OECD, di bawah Jepang, di bawah Singapura. Kalau Singapura saya enggak usah terlalu khawatir, hanya negara 5 juta, satu kota," kata Prabowo.


Ia menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia jauh lebih besar karena pemerintah harus mengelola sekitar 388.000 sekolah yang tersebar hingga ke daerah terpencil, termasuk pulau-pulau terluar dan wilayah pegunungan.


Menurut Prabowo, kondisi tersebut membuat tugas Menteri Pendidikan Indonesia jauh lebih kompleks dibandingkan dengan pejabat yang menangani sektor pendidikan di Singapura.


"Bagaimana memberi pendidikan yang terbaik untuk Indonesia, jangankan Indonesia, mungkin Kepala Dinas Pendidikan Maluku Utara atau Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Utara harus mengecek sekolah-sekolah di pulau-pulau terpencil," ungkapnya.


Prabowo juga menilai Menteri Pendidikan Singapura memiliki tantangan yang berbeda karena seluruh sekolah dapat dijangkau dalam waktu singkat.


"Menteri Pendidikan tinggal keliling seluruh Singapura, mungkin dua jam dia bisa cek hampir semua sekolah di situ," katanya.


Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa berbagai tantangan tersebut tidak boleh dijadikan alasan bagi Indonesia untuk berhenti mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan.


"Ini tidak boleh menjadi alasan bahwa kita tidak perlu mengejar ketertinggalan. Ini yang saya katakan realita," tegasnya. ***Armen


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved