Headlines News :
Home » » Tiga Warganya Ditangkap di Soetta, Polisi Malaysia Akui Negaranya Jadi Jalur Transit Narkoba

Tiga Warganya Ditangkap di Soetta, Polisi Malaysia Akui Negaranya Jadi Jalur Transit Narkoba

Written By Info Breaking News on Jumat, 07 Agustus 2026 | 09.57

Direktur NCID Hussein Omar Khan

Kuala Lumpur, Info Breaking News
- Polis Diraja Malaysia (PDRM) angkat bicara terkait penangkapan tiga perempuan warga negara Malaysia yang kedapatan membawa narkotika di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Senin (3/8/2026). Kepolisian Malaysia menyatakan bahwa kasus tersebut telah dikonfirmasi oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika (NCID) Bukit Aman, Hussein Omar Khan, mengungkapkan bahwa ketiga perempuan tersebut berasal dari Sabah dan berusia antara 30 hingga 39 tahun.


Berdasarkan hasil penyelidikan awal, dua dari tiga perempuan itu diketahui memiliki riwayat kasus narkotika dan teridentifikasi sebagai pengguna.


"Polri telah memaklumkan kepada kami mengenai penangkapan tiga perempuan asal Sabah tersebut," ujar Hussein, seperti dikutip dari Malay Mail, Kamis (6/8/2026).


Menurut hasil penyelidikan sementara, jumlah narkotika yang ditemukan relatif sedikit sehingga diduga kuat hanya digunakan untuk kepentingan pribadi.


Narkotika Disembunyikan di Koper dan Sepatu


Ketiga perempuan tersebut diketahui berangkat dari Kota Kinabalu sebelum akhirnya diamankan oleh petugas di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta.


Aksi mereka terungkap setelah petugas menemukan zat terlarang yang disembunyikan dengan rapi di dalam koper dan sepatu yang mereka bawa.


Meski demikian, PDRM menegaskan bahwa kasus tersebut tidak berkaitan dengan sejumlah kasus penangkapan warga negara Malaysia lainnya yang sebelumnya terjadi di Indonesia.


"Penangkapan ketiga wanita ini ditemukan tidak berkaitan dengan kasus-kasus sebelumnya yang melibatkan penahanan seorang pilot dan seorang pria berusia 22 tahun di Indonesia," kata Hussein.


Malaysia Disebut Kerap Menjadi Jalur Transit Narkoba


Hussein mengakui bahwa posisi geografis Malaysia membuat negara tersebut kerap dimanfaatkan oleh sindikat internasional sebagai wilayah transit untuk menyelundupkan narkotika ke berbagai negara di Asia Tenggara.


Menurutnya, sebagian besar jaringan tersebut berasal dari negara-negara yang berada di sebelah utara Malaysia sebelum bergerak menuju Indonesia, Singapura, Filipina, dan wilayah lainnya.


"Sebagian besar sindikat perdagangan narkoba ini berasal dari negara-negara di sebelah utara Malaysia, dan kita menjadi jalur transit bagi mereka," ungkap Hussein.


Pengawasan Perbatasan Akan Diperketat


Sebagai langkah antisipasi, PDRM berencana memperketat prosedur operasional standar (SOP) di berbagai pintu masuk dan keluar negara guna mencegah Malaysia terus dijadikan jalur peredaran narkotika.


"Kami akan memperketat lagi prosedur operasional standar di titik masuk dan keluar negara untuk memastikan Malaysia tidak terus-menerus dicap sebagai negara transit narkoba," ujar Hussein.


PDRM juga menegaskan komitmennya untuk memberantas kejahatan lintas negara. Sepanjang tahun lalu, NCID tercatat menyita sekitar 89 ton narkotika, sementara pada enam bulan pertama 2026 jumlah barang bukti yang berhasil diamankan mencapai hampir 46 ton. ***Faradiba


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved