Headlines News :
Home » » Ketergantungan Seks, Lebih Parah Dari Narkoba

Ketergantungan Seks, Lebih Parah Dari Narkoba

Written By Unknown on Senin, 01 Juli 2013 | 03.18


Kuala Lumpur, infobreakingnews-  Nikmat nya seksual bisa menjadikan orang ketergantungan,karena setiap yang dirasakan nikmat, akan sangat disukai untuk terjadi berulangkali, apalagi jika didukung oleh rasa keinginan, bentuk tubuh yang menarik. Hampir semua porsi itu dimiliki oleh perempuan bertubuh sexy bernama Zaskia,perempuan yang terlahir di Cirebon dari ayah Pakistan, dan ibunya dari  Indramayu,Jawa Barat.

Sungguh hal yang mengejutkan kisah nyata Zaskia yang bertubuh sensual dan berkulit bersih itu, nyatanya sangat jauh dari kebahagiaan sejati. Ia terjebak dalam kehidupan seksual yang sangat fantastis, dimana sampai usianya 37 tahun, Zaskia sudah melakukan hubungan seksual dengan 374 orang lelaki.

Hampir setiaphari Zaskia melakukan hubungan seksual rata-rata 4 sampai 5 kali dalam sehari, dan hal itu bisa ia lakukan terhadap 2 sampai 3 pria dalam sehari. Dasyatnya lagi, Zaskia selalu saja merasakan puncak orgasme dalam hubungan seksual yang gonta ganti itu.
Zaskia yang bertubuh montok ini, mulai mengenal seks di usia 13 tahun. Sejak usia 17 tahun, ia sudah mulai ketergantungan tidur dengan lelaki. Bahkan saat umurnya 19 tahun, ia sudah tidur dengan 40 laki-laki dan bila dihitung hingga sekarang ia sudah bercinta dengan 374 lelaki.


Sebagai pecandu seks, ia melakukan seks hampir setiap hari selama 13 tahun. Gonta-ganti pasangan tentu menempatkannya dalam bahaya besar. Kecanduan seks membuat hidupnya hancur, ia terinfeksi penyakit menular seksual (PMS), diusir dari rumah dan dua kali aborsi. Seperti kecanduan lainnya, kecanduan seks membuat orang menjadi egois, rela merusak diri sendiri, menyebabkan depresi, tapi tidak bisa membebaskan diri.



"Saya kehilangan keperawanan ketika saya baru berusia 13 tahun dengan pacar pertama saya. Saya terkejut ketika saya hamil. Saya melahirkan di usia 14 tahun. Ini adalah waktu yang sangat sulit," akunya.



Setelah melahirkan di usia remaja, putri pertamanya dirawat di pelayanan sosial. Ia pun harus keluar dari rumah di usia 16 tahun bersama anaknya. Saat itu, ia merasa sangat kesepian. Pindah ke rumah asosiasi, Seyi yang baru berusia 17 tahun kemudian bertemu pria lagi. Ia kemudian mulai menggunakan seks untuk menggantikan perasaan sepi.



Tapi rutin bercinta dengan satu pria ternyata tak jua mengusir rasa sepinya. Ia pun mencari kesenangan dengan berselingkuh, pergi ke bar dan mencari pria lain setidaknya sekali seminggu. Seyi bercinta dengan pria asing atau sengaja mengatur pertemuan dengan pria lain secara teratur.



"Aku butuh seks dan setelah itu lega. Ketika saya tidak bisa berhubungan seks kepercayaan diri saya akan menurun, saya merasa jelek, marah dan frustrasi, merasa tidak layak dan perlu memperbaiki diri sesegera mungkin," ungkap Zaskia.



Sayangnya, di usia 17 tahun ia kembali hamil anak kedua. Setelah melahirkan ia mencoba untuk setia dengan satu pasangan, bercinta empat sampai lima kali sehari, tapi nyatanya setia adalah hal yang sulit dilakukan Zaskia. Ia masih saja gonta-ganti pasangan. Akibatnya, lagi-lagi dia hamil.



"Saya tidak tahu bayi siapa itu jadi saya tidak memberitahu Erwin. Saya ingin hubungan kami baik, tapi kami berpisah ketika saya berusia 19 tahun," kenangnya.



Patah hati membuat kecanduan seksnya menjadi semakin liar. Satu-satunya obat untuk mengusir rasa sepinya adalah seks. Ia bisa melakukan seks dengan lima sampai enam orang dalam sehari, bahkan dengan pria asing.



Di usia 22 tahun, Zaskia sudah terinfeksi Chlamydia dua kali. Tapi itu tak juga membuatnya jera melakukan seks dengan banyak pria. Ia bahkan kembali hamil di usia 26 tahun, tanpa tahu benih siapa yang menjadi ayah dari anakn yang dikandungnya. Merasa tak lagi punya pilihan, ia akhirnya melakukan aborsi hingga dua kali.



Pada usia 30 tahun, Zaskia telah mencapai titik dasar dan membutuhkan pertolongan. Ia telah mengikuti berbagai program terapi kecanduan seks untuk menghentikan kebiasaan buruknya. Selama 4 tahun terapi, kini ia bahkan sudah siap membantu orang lain yang mengalami kondisi serupa.



"Kecanduan seks adalah sesuatu yang mengasosiasikan orang dengan pria, tapi itu telah mengambil hidup saya selama lebih dari 13 tahun. Itu adalah keinginan dan rasa takut ketika saya tidak bisa mendapatkannya," ungkap Zaskia yang kini menetap di Kuala Lumpur, sebagai motivator pada sebuah perusahaan bisnis kepribadian wanita karier.



Ia kini sudah dilatih sebagai pembicara inspirasional. Pada lokakarya dan seminar ia bisa membantu orang lain memahami apa yang dimaksud kecanduan seks, dari mana asalnya dan bagaimana pemulihannya. Zaskia  mengaku tak lagi berhubungan seks dengan banyak orang, karena sudah mampu menstimulasikan jiwanya dengan seorang lelaki yang menjadi suaminya, dan berlaku normal, walau tetap setiap hari melakukan hubungan seksual hanya sekali sehari, dan istirahat ketika mendapatkan haid.

Hidupnya baru menjadi kuat ketika sudah memiliki rumah dan appartement pribadi, bisnis boutiqe juga terbesar di Takhasima singapore, dan terutama Zaskia tersadar harus merubah banyak gaya hidup dan kehidupan seks nya, setelah Lina, anak gadisnya menikah dengan seorang diplomat. ***Faradiba





Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved