Jakarta, infobreakingnews - Sepintar-pintar Anas menyembunyikan jejak rekam kasus korupsinya, tetap saja KPK jauh lebih cerdas membidik Anas dengan serangkaian dana haram ketika berbarengan dengan dana hambalang itu dikirimkan oleh terpiodana Nazaruddin ke Bandung , saat kongres PD menggodok kandidat ketua umum Partai Demokrat.
Hal ini bisa terlihat dari KPK tak hanya membidik Anas Urbaningrum untuk penerimaan mobil Harrier dari proyek Hambalang. KPK juga tengah mendalami Anas atas dugaan menerima dana untuk pemenangan pemilihan Ketum Demokrat 2010 lalu. Diduga Anas menerima dana dari BUMN.
"Ya betul. Jadi semua informasi temuan-temuan awal. Kan ada temuan-temuan awal dari hasil pemeriksaan pendahuluan kemudian ada informasi, kemudian kita klarifikasi dan simpulkan," terang Ketua KPK Abraham Samad kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/7/2013).
Menurut Samad, dari informasi soal aliran dana untuk pemilihan Ketum Demokrat itu, KPK kemudian menelusuri dengan melacak bukti dan saksi, dan melakukan inventigasi lebih dalam terhadap temuan-temuan yang mengarah pada dua alat bukti.
KPK masih belum sampai pada kesimpulan soal kasus dana dari BUMN itu. Kasus masih dalam penyelidikan. "Tidak boleh disimpulkan. Ada dugaan, sehingga kita perlu melakukan pemeriksaan intensif, untuk mendapatkan satu bukti yang konkrit tentang adanya dugaan itu," jelas Samad kepada sejumlah awak media.***Candra Wibawanti



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !