Tangsel, infobreakingnews - Selain pernah meraih prestasi walikota terbaik dunia, perempuan yang memiliki bentuk bibir paling sensual ini juga dianggap sebagai perempuan cerdas yang sejak menjadi walikota Tangerang Selatan, banyak berbenah hingga mendapatkan penghargaan kota paling serasi dikawasan Propinsi Banten.
Dibalik prestasi cemerlang itu, Airin Rachmi Diany, yang juga dikenal sebagai istri terpidana kasus suap sengketa Pilkada Lebak Tubagus Chaeri Wardana (TCW) alias Wawan, memiliki harta kekayaan paling banyak dari seluruh calon kepala daerah yang mengikuti Pilkada serentak di empat daerah di wilayah Provinsi Banten.
Airin sendiri saat ini masih aktif sebagai Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan maju lagi sebagai calon wali kota untuk periode 2016-2021,
Berdasarkan data dari KPU Banten, total kekayaan Airin per tanggal 23 Juli 2015 sebesar Rp 84,005 miliar, sedangkan pelaporan tanggal 24 Agustus 2010 adalah Rp 103,944 miliar. Selama empat tahun terakhir harta kekayaan Airin mengalami penurunan.
Sementara calon wakil wali kota Tangsel Benyamin Davne, pendamping Airin, per tanggal 23 Juli 2015 harta kekayaanya mencapai Rp 2,085 miliar, naik dari posisi per tanggal 9 Agustus 2010 sebesar Rp 1,188 miliar.
Calon kepala daerah kedua terkaya di provinsi ini yaitu Irna Narulita Dimyati, kandidat bupati Pandeglang dengan harta kekayaan mencapai Rp 23,162 miliar. Irna yang sebelumnya menjabat sebagai anggota DPR RI merupakan istri dari mantan Bupati Pandeglang Ahmad Dimyati Natakusumah, yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PPP.
Selanjutnya, calon kepala daerah ketiga terkaya yakni calon wali kota Cilegon, Iman Aryadi memiliki harta kekayaan sebesar Rp 9,317 miliar. Calon wakilnya Edi Aryadi memiliki kekayaan Rp 4,712 miliar.
Calon keempat terkaya yakni Elvirer Ariadiannie Soedarto yang merupakan calon wakil wali kota Tangsel yang mendampingi Arsid sebagai wali kota, memiliki kekayaan Rp 7,8 miliar dan US$ 50.000.
Sedangkan calon wali kota Tangsel Arsid total kekayaan per 3 Agustus 2015 Rp 3,376 miliar dan pelaporan sebelumnya 20 Agustus 2014 Rp 3,480 miliar.
Pasangan lainnya di Kota Tangsel yakni Muhamad Ikhsan Modjo, total kekayaannya per tanggal 24 Juli 2015 sebanyak Rp 4,033 miliar dan US$ 1.500. Untuk wakilnya Li Claudia Chandra total kekayaanya per tanggal 27 Juli 2015 mencapai Rp 7,682 miliar.
Untuk pasangan calon di Kabupaten Serang, kekayaan tertinggi dimiliki oleh adik kandung mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yakni Ratu Tatu Chasanah, per tanggal 27 Juli 2015 sebesar Rp 7,725 miliar.
Seperti Airin, harta kekayaan Ratu Tatu Chasanah juga mengalami penurunan, karena harta kekayaan Tatu per tanggal 8 Februari 2010 lalu mencapai Rp 9,083 miliar.
Sedangkan pendamping Tatu yaitu Pandji Tirtayasa memiliki kekayaan per tanggal 10 Juli 2015 Rp 7,476 miliar, dan untuk kekayaan per tanggal 2 Januari 2013 yaitu Rp 2,693 miliar.
Untuk calon lainya yaitu Ahmad Syarif Madzkurullah total harta kekayaanya pertanggal 4 Agustus 2015 yaitu Rp 307 juta dan pasanganya Aep Syafullah total harta kekayaannya per tanggal 23 Juli 2015 yaitu Rp 1,408 miliar.
Sementara itu, calon di Kabupaten Pandeglang yakni menantu Ratu Atut Chosiyah, Tanto Warsono Arban yang mendampingi Irna Narulita Dimyati, meliliki kekayaan sebesar Rp 6 miliar. Selanjutnya Ratu Siti Romlah Rp 6,050 miliar dan Yan Riadi Rp 2,216 miliar. Selanjutnya Aap Aptadi kekayaanya mencapai Rp 4,544 miliar dan wakilnya Dodo Djuanda Rp 421 juta.
Sementara itu calon lain, di Kota Cilegon yakni Sudarmana Rp 6.931 miliar dan Marfi Fahzan Sinungan Rp 1,748 miliar.
Laporan Harta Kekayaan Penyelengga Negara (LHKPN) milik para calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah ini diserahkan Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi Heru Winarko kepada Ketua KPU Banten Agus Supriyatna, di sela-sela acara Semiloka Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi & Program Pilkada Berintegritas 2015, di Pendopo Gubernur Banten, Rabu (25/11).
Heru Winarko mengatakan, terkait penyelenggaran Pilkada serentak, pihaknya menyampaikan sejumlah gagasan dan perspektif antikorupsi bagi kepala daerah untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang bersih dan lebih baik.
Menurutnya, ada lima perspektif antikorupsi dari KPK untuk kepala daerah, yaitu penegakan etika penyelenggaraan negara, reformasi birokrasi, pengelolaan keuangan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan kesejahteraan sosial dan pendidikan antikorupsi.
“Kami sangat berharap lima perspektif ini bisa ditindaklanjuti demi mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KPU Banten Agus Supriatna mengatakan LHKPN milik pasangan calon yang diterima KPU sebagai laporan dan untuk diketahui semua lapisan masyarakat.
“Laporan kekayaan dari masing-masing calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah akan diumumkan kepada masyarakat. Hal ini berhubungan dengan kejujuran calon pejabat negara yang ikut dalam Pilkada,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, Pemprov Banten terus mendorong pengelolaan anggaran melalui APBD sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Dengan adanya semiloka menjelang Pilkada serentak di Banten ini, semua pemimpin di Banten siapa untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan baik.
Gubernur juga memberikan apresiasi kepada KPK dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Banten.
“Kegiatan sebagai pencegahan korupsi dapat menjadi perbaikan pengelolaan keuangan dan pelayanan publik. Kegiatan ini mampu memberikan pemahaman dan penyamaan persepsi serta penyatuan langkah dalam pemberantasan korupsi di Provinsi Banten,” kata Rano.
Sayangnya menurut banyak pengamat, menilai Rano sejak menggantikan posisi Atut sebagai Gubernur Banten itu, tidak merubah daerah Banten yang tetap rawan korupsi bahkan potensi menjadi kota sampah, akibat kurangnya sarana penampungan sampah dan limbah industri yang tidak terkontrol.
Mustinya justru Airin lah yang dinilai lebih mampu memajukan propinsi Banten ketimbang Rano yang hanya populer sebagai artis film, namun dinilai tidak memiliki kecerdasan membangun. sebuah kota METROPOLITAN seperti Banten *** Johanda Sianturi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar