Jakarta, infobreakingnews -
Dioperasikannya bus antar-jemput pegawai negeri sipil (PNS) DKI Jakarta membuat
Gubernur Basuki Tjahaja Purnama geram. Pasalnya, ia curiga bahwa bus tersebut
dijadikan lahan korupsi.
Kemunculan
fasilitas bus jemputan tersebut juga kerap dijadikan alasan bagi para PNS untuk
pulang lebih awal. Oleh karena hal tersebut, Ahok bakal memberhentikan
pengoperasian bus antar-jemput tersebut.
Ahok tidak ingin lagi melihat ada PNS yang pulang sebelum waktu yang
ditentukan. Untuk itu dirinya meminta agar para pejabat dapat lebih
memperhatikan para bawahannya dan mencatat nama-nama pegawai yang kerap pulang
lebih cepat. Selanjutnya, nama-nama yang tercatat tersebut akan distafkan.
"Atasan sudah saya ingetin,
kamu kalau lihat anak buahmu pulang cepat alasan naik bus, ya pecat dong, sudah
staf, pindahin saja.
Enggak mau juga," ujar Ahok saat ditemui si Balai Kota, Jumat (22/1/2016).
Ahok mengaku dirinya sudah sangat memberi kemudahan dengan menempatkan
para pegawai untuk bekerja di lokasi yang mudah dijangkau dari rumah,
"Kalau
yang saya lihat di sini, PNS tuh ya bukan suudzon, PNS nih yang biasa korup,
yang males. Atau ada yang berpikir begini, kalau yang rajin mah biasa saja,
kerja sampai mati juga enggak bisa dapat Rp 10 miliar, kalau bisa nilep Rp 10
miliar, kenapa enggak nilep sekarang, ketahuan dipecat enggak apa-apa, turun
staf enggak apa-apa, tunggu saja gubernur ganti, naik lagi kok," tutur
dia.
"Jadi
memang birokrat puluhan tahun negeri ini punya masalah. Makanya mesti lakukan
revolusi," pungkas Ahok. ***Nadya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar