Vatican, infobreakingnews - Memperingati penyerangan di kantornya, Majalah Satir Prancis Charlie Hebdo menyuguhkan karikatur Tuhan. Namun publikasi itu dikecam oleh Vatikan.
Sampul halaman depan dari tabloid kontroversial itu, menampilkan karikatur Tuhan yang bersimbah darah dan menenteng senapan Kalashnikov.
"Satu tahun kemudian, pelaku pembunuhan masih lolos," sebut Charlie Hebdo dalam karikaturnya, seperti dikutip USA Today, Jumat (8/1/2015).
Judul itu terkait dengan serangan di kantor Charlie Hebdo pada 7 Januari 2015. Saat itu dua orang melakukan penyerangan dan menewaskan 12 staf di Charlie Hebdo tewas. Insiden ini menimbulkan debat antara ekstremisme dengan kebebasan berpendapat yang diagungkan oleh Charlie Hebdo.
Pihak Vatikan saat ini juga turut mengecam Charlie Hebdo. Suratkabar Vatikan L’Osservatore Romano, mengecam karikatur tersebut dengan editorial berjudul "Keyakinan yang Dimanipulasi".
"Surat kabar Prancis ini sepertinya lupa dengan apa yang diutarakan para pemuka agama dari berbagai keyakinan, bahwa mereka menolak kekerasan atas nama agama," tegas surat kabar Vatikan itu.
"Keputusan dari Charlie Hebdo menunjukkan paradoks menyedihkan dari dunia yang makin berhati-hati menyimpulkan diri benar secara politik, menjadi di titik di mana menjadi menggelikan. Tetapi banyak dari paradoks yang tidak ingin mengakui dan menghormati keyakinan lain," lanjutnya.
Sampul baru dari Charlie Hebdo ini berbanding terbalik dengan apa yang mereka sajikan usai serangan. Usai serangan Charlie Hebdo menunjukkan karikatur Nabi Muhammad yang bertuliskan "All is Forgiven" atau berarti "Semua Dimaafkan".
Penyerangan yang terjadi di kantor Charlie Hebdo dikabarkan dipicu ulah tabloid tersebut yang menghina Nabi Muhammad. Al Qaeda wilayah Yaman mengaku bertanggungjawab dalam kejadian ini.
Paus Fransiskus setelah serangan mengatakan kebebasan beragama adalah hak fundamental manusia. Namun Paus turut mengecam sikap Charlie Hebdo yang anti-agama.
"Dengan kedok sekularisme yang tanpa kompromi, tabloid ini melupakan seruan para pemimpin agama untuk menentang segala jenis kekerasan atas nama agama. Memakai Tuhan untuk membenarkan kebencian adalah penodaan agama, seperti yang sering disampaikan Paus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar