London, Infobreakingnews - Presiden beserta rombongan mengadakan kunjungan kenegaraan ke Inggris, yang disambut oleh The Viscount Brookeborough dan Lord in Waiting
mewakili Ratu Inggris serta Nicholas Jarrold mewakili Menlu Inggris dan Eleanor
MacSwan Manajer Bandara Internasional Heathrow serta Dubes RI untuk Kerajaan
Inggris Raya dan Ny Lastry Thayeb serta Atase Pertahanan Kol Jonny Mahroza .
Ikut dalam rombongan Presiden SBY ke Inggris
diantaranya Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Luar Negeri Marty
Natalegawa, Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri Pendidikan M Nuh, Menteri
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Ketua DPR Marzuki Alie,
Ketua DPD Irman Gusman, Ketua Komisi II DPR Agun Gunanjar, serta dua putra
Yudhoyono, yakni Edhi Baskoro Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono
Sementara itu Menteri Luar Negeri Inggris
William Hague dalam keterangan persnya mengatakan adalah sebuah kehormatan
untuk menyambut Presiden Yudhoyono ke Inggris.
"Kami bertekad untuk menjadi pintu masuk
bagi bisnis Indonesia di Eropa. Kami dapat menawarkan banyak kesempatan untuk
investasi, baik di bidang energi, transportasi atau infrastruktur,"
ujarnya.
Dikatakannya jaringan transportasi Inggris dan
yang secara konsisten dinilai sebagai tempat yang paling mudah untuk melakukan
bisnis di Eropa membuat Inggris menjadi batu loncatan ke pasar Uni Eropa.
Kunjungan ini dilakukan dalam konteks hubungan
kerjasama antara Inggris dan Indonesia yang semakin berkembang. Total
perdagangan Indonesia dengan Inggris pada tahun 2011 mencapai 2,4 triliun
Poundsterling , naik 10 persen per tahun.
Pada tahun 2011, ekspor barang dan jasa Inggris
ke Indonesia senilai 0,97 triliun Poundsterling, meningkat sebesar 28 persen.
Sementara impor Inggris dari Indonesia meningkat 0,6 persen menjadi 1,4 triliun
Poundsterling.
Investor-investor terbesar Inggris termasuk
Jardines, BP, Premier Oil, Shell, Unilever, HSBC, Standard Chartered Bank,
Prudential, GlaxoSmithKline, dan Astra Zeneca.
Pada bulan April 2012 Perdana Menteri dan
Presiden Yudhoyono mengumumkan komitmen untuk menggandakan perdagangan baik
barang dan jasa pada tahun 2015 menjadi 4,4 triliun Poundsterling. Pada
kunjungan ini, Presiden didampingi oleh delegasi bisnis dalam jumlah besar.
Selain meluangkan waktu dengan Ratu dan Duke of
Edinburgh, Presiden akan bertemu dengan anggota kerajaan lainnya, termasuk
Prince of Wales dan Duchess of Cornwall. Mereka juga akan bertemu dengan
Perdana Menteri David Cameron dan Wakil Perdana Menteri Nick Clegg, serta
pemimpin oposisi Ed Miliband.
Kunjungan ini juga merupakan kesempatan untuk
mengadakan Panel Tingkat Tinggi PBB mengenai Pembangunan Paska 2015, dimana
Perdana Menteri David Cameron, Presiden Yudhoyono dan Presiden Liberia Sirleaf
merupakan pemimpin panel. Kegiatan lain yang akan dilakukan Presiden adalah
berbicara di Gedung Parlemen, Wilton Park dan makan malam kenegaraan di Istana
Buckingham.
Staf Khusus Presiden bidang Hubungan
Internasional Teuku Faizasyah dalam keterangan pers, sebelumnya menjelaskan,
selain memenuhi undangan Ratu Elizabeth II, SBY juga akan bertemu Pangeran
Charles, Ketua Partai Liberal Demokrat Nick Clegg, dan pimpinan oposisi Ed
Miliband.
"Kunjungan kenegaraan Presiden RI ke
Inggris atas undangan Ratu Elizabeth II diharapkan akan semakin meningkatkan
kerja sama kedua negara, baik secara bilateral maupun dalam konteks upaya
bersama menyikapi berbagai isu global," kata Faizasyah.
Ia menambahkan, "Pada saat kunjungan PM
Inggris David Cameron ke Jakarta bulan April 2012, telah disepakati bahwa
pengembangan kerja sama bilateral akan difokuskan pada lima bidang prioritas
sebagai berikut, perdagangan, investasi, pendidikan, lingkungan hidup, serta
demokrasi dan kerja sama antaragama.
SBY juga akan menyampaikan pidato di beberapa
forum, termasuk di antaranya di hadapan All-Party Parliamentary Group on
Indonesia, Royal College for Defence Studies, dan Wilton Park. Kepala Negara
beserta rombongan akan berada di Inggris hingga 3 November 2012 dan melanjutkan
kunjungan kerja ke Laos untuk menghadiri KTT ke-9 Asia-Europe Meeting
![]() |
| Para Demonstran membawa papan demo di 10 Downing Street |
Namun kedatangan SBY
justru disambut oleh para demonstran. Para demonstran itu mengangkat isu Papua
dan menuduh SBY melanggar HAM.
Sekira 50 orang demonstran membawa papan yang
bertulisan "Hentikan pembunuhan warga Papua." Mereka memprotes
kunjungan SBY di depan kediaman Perdana Menteri Inggris David Cameron, di 10
Downing Street. Demikian, seperti diberitakan Associated Press,
Kamis (1/11/2012).
Para demonstran menuding SBY melakukan
pelanggaran HAM terhadap warga pedalaman di Papua Barat. Namun selama ini, SBY
menjelaskan bahwa, aparat keamanan Indonesia pada saat itu memang melakukan
kesalahan, serangan yang dilakukan militer ke warga Papua juga dalam skala
kecil.
Aktivis HAM dari Human Right Watch (HRW) yang
berbasis di New York selama ini menuding Indonesia bertanggung jawab atas
kekerasan di Papua. Pada Rabu kemarin, dua aktivis HAM Inggris juga mencoba
untuk menghadang mobil SBY, namun kedua aktivis itu berhasil diamankan polisi.
Meski kedatangan SBY memicu protes di kalangan
warga Inggris, Ratu Elizabeth II tetap menyambut SBY dengan ramah. SBY dan Ibu
Negara Ani Yudhoyono juga terlihat naik kereta kuda kerajaan.
Selain mengadakan pertemuan dengan Ratu
Elizabeth II, SBY juga akan mengunjungi Westminster Abbey untuk menaruh
karangan bunga di Makam Pejuang. SBY juga mengadakan kontak dengan Pemimpin
Partai Buruh Ed Miliband dan akan berpidato di Forum Bisnis Indonesia-Inggris
pada Jumat besok.*** Source




0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !