Pages

Kamis, 01 November 2012

Kunjungan SBY ke London, Diwarnai Demo

London, Infobreakingnews - Presiden beserta rombongan mengadakan kunjungan kenegaraan ke Inggris, yang disambut oleh The Viscount Brookeborough dan Lord in Waiting mewakili Ratu Inggris serta Nicholas Jarrold mewakili Menlu Inggris dan Eleanor MacSwan Manajer Bandara Internasional Heathrow serta Dubes RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Ny Lastry Thayeb serta Atase Pertahanan Kol Jonny Mahroza .



Ikut dalam rombongan Presiden SBY ke Inggris diantaranya Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri Pendidikan M Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua Komisi II DPR Agun Gunanjar, serta dua putra Yudhoyono, yakni Edhi Baskoro Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono




Sementara itu Menteri Luar Negeri Inggris William Hague dalam keterangan persnya mengatakan adalah sebuah kehormatan untuk menyambut Presiden Yudhoyono ke Inggris. 

"Kami bertekad untuk menjadi pintu masuk bagi bisnis Indonesia di Eropa. Kami dapat menawarkan banyak kesempatan untuk investasi, baik di bidang energi, transportasi atau infrastruktur," ujarnya. 

Dikatakannya jaringan transportasi Inggris dan yang secara konsisten dinilai sebagai tempat yang paling mudah untuk melakukan bisnis di Eropa membuat Inggris menjadi batu loncatan ke pasar Uni Eropa.

Kunjungan ini dilakukan dalam konteks hubungan kerjasama antara Inggris dan Indonesia yang semakin berkembang. Total perdagangan Indonesia dengan Inggris pada tahun 2011 mencapai 2,4 triliun Poundsterling , naik 10 persen per tahun.

Pada tahun 2011, ekspor barang dan jasa Inggris ke Indonesia senilai 0,97 triliun Poundsterling, meningkat sebesar 28 persen. Sementara impor Inggris dari Indonesia meningkat 0,6 persen menjadi 1,4 triliun Poundsterling. 

Investor-investor terbesar Inggris termasuk Jardines, BP, Premier Oil, Shell, Unilever, HSBC, Standard Chartered Bank, Prudential, GlaxoSmithKline, dan Astra Zeneca.

Pada bulan April 2012 Perdana Menteri dan Presiden Yudhoyono mengumumkan komitmen untuk menggandakan perdagangan baik barang dan jasa pada tahun 2015 menjadi 4,4 triliun Poundsterling. Pada kunjungan ini, Presiden didampingi oleh delegasi bisnis dalam jumlah besar.

Selain meluangkan waktu dengan Ratu dan Duke of Edinburgh, Presiden akan bertemu dengan anggota kerajaan lainnya, termasuk Prince of Wales dan Duchess of Cornwall. Mereka juga akan bertemu dengan Perdana Menteri David Cameron dan Wakil Perdana Menteri Nick Clegg, serta pemimpin oposisi Ed Miliband. 

Kunjungan ini juga merupakan kesempatan untuk mengadakan Panel Tingkat Tinggi PBB mengenai Pembangunan Paska 2015, dimana Perdana Menteri David Cameron, Presiden Yudhoyono dan Presiden Liberia Sirleaf merupakan pemimpin panel. Kegiatan lain yang akan dilakukan Presiden adalah berbicara di Gedung Parlemen, Wilton Park dan makan malam kenegaraan di Istana Buckingham.

Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah dalam keterangan pers, sebelumnya menjelaskan, selain memenuhi undangan Ratu Elizabeth II, SBY juga akan bertemu Pangeran Charles, Ketua Partai Liberal Demokrat Nick Clegg, dan pimpinan oposisi Ed Miliband.

"Kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Inggris atas undangan Ratu Elizabeth II diharapkan akan semakin meningkatkan kerja sama kedua negara, baik secara bilateral maupun dalam konteks upaya bersama menyikapi berbagai isu global," kata Faizasyah.

Ia menambahkan, "Pada saat kunjungan PM Inggris David Cameron ke Jakarta bulan April 2012, telah disepakati bahwa pengembangan kerja sama bilateral akan difokuskan pada lima bidang prioritas sebagai berikut, perdagangan, investasi, pendidikan, lingkungan hidup, serta demokrasi dan kerja sama antaragama.

SBY juga akan menyampaikan pidato di beberapa forum, termasuk di antaranya di hadapan All-Party Parliamentary Group on Indonesia, Royal College for Defence Studies, dan Wilton Park. Kepala Negara beserta rombongan akan berada di Inggris hingga 3 November 2012 dan melanjutkan kunjungan kerja ke Laos untuk menghadiri KTT ke-9 Asia-Europe Meeting 




Para Demonstran membawa papan demo di 10 Downing Street
Namun kedatangan SBY justru disambut oleh para demonstran. Para demonstran itu mengangkat isu Papua dan menuduh SBY melanggar HAM.


Sekira 50 orang demonstran membawa papan yang bertulisan "Hentikan pembunuhan warga Papua." Mereka memprotes kunjungan SBY di depan kediaman Perdana Menteri Inggris David Cameron, di 10 Downing Street. Demikian, seperti diberitakan Associated Press, Kamis (1/11/2012).



Para demonstran menuding SBY melakukan pelanggaran HAM terhadap warga pedalaman di Papua Barat. Namun selama ini, SBY menjelaskan bahwa, aparat keamanan Indonesia pada saat itu memang melakukan kesalahan, serangan yang dilakukan militer ke warga Papua juga dalam skala kecil.

Aktivis HAM dari Human Right Watch (HRW) yang berbasis di New York selama ini menuding Indonesia bertanggung jawab atas kekerasan di Papua. Pada Rabu kemarin, dua aktivis HAM Inggris juga mencoba untuk menghadang mobil SBY, namun kedua aktivis itu berhasil diamankan polisi.

Meski kedatangan SBY memicu protes di kalangan warga Inggris, Ratu Elizabeth II tetap menyambut SBY dengan ramah. SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono juga terlihat naik kereta kuda kerajaan. 

Selain mengadakan pertemuan dengan Ratu Elizabeth II, SBY juga akan mengunjungi Westminster Abbey untuk menaruh karangan bunga di Makam Pejuang. SBY juga mengadakan kontak dengan Pemimpin Partai Buruh Ed Miliband dan akan berpidato di Forum Bisnis Indonesia-Inggris pada Jumat besok.*** Source















Tidak ada komentar:

Posting Komentar