Jakarta, Infobreakingnews - Brigjen Jodie Rooseto , Kapolada Lampung urung menjabat Kapolda Jawa
Barat (Jabar) setelah Mabes Polri meralat telegram Kapolri bernomor
Kep/645/X/2012 dengan telegram nomor ST/2161/X/2012, Rabu, (31/10).
Berdasarkan
telegram itu, Jodie menempati posisi baru sebagai Kasetukpa
Lemdikpol. Sedangkan Kasetukpa Lemdikpol Brigjen Ngadino, diangkat sebagai
Kapolda Sultra menggantikan Brigjen Tubagus Anis Angkawijaya. Tubagus mendapat
promosi jabatan sebagai Kapolda Jawa Barat. Dengan demikian, dipastikan bintang
di pundak Tubagus akan bertambah menjadi dua. Sebab Kapolda Jabar merupakan
jatah perwira tinggi berpangkat Irjen.
Demikian surat telegram Kapolri bernomor
ST/2161/X/2012 meralat surat sebelumnya Kep/645/X/2012. Sedangkan sebelumnya,
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Jabar) Irjen (Pol) Putut Eko Bayuseno akan
menggantikan posisi Irjen (Pol) Untung Suharsono Radjab sebagai Kepala
Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya). Penggantian
Kapolda tersebut berdasarkan Surat Telegram bernomor ST/2139/X/2012 tertanggal
26 Oktober 2012. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen
(Pol) Boy Rafli Amar mengatakan hal itu di Jakarta, Jum`at (26/10). Untung akan
dimutasikan menjadi Pati Yanwa Mabes Polri dalam rangka memasuki masa pensiun.
Untuk mengisi jabatan Putut sebagai Kapolda Jabar,
Mabes Polri memutasikan Brigjen (Pol) Jodie Rooseto yang sebelumnya menjabat
sebagai Kapolda Lampung. Selanjutnya, Brigjen (Pol) Heru Winarko yang
sebelumnya menjabat Kepala Biro Umum Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan
Keamanan akan menggantikan Jodie, sebagai Kapolda Lampung.
Pengganti Untung sebagai Kapolda Metro Jaya, yakni
Irjen (Pol) Putut Eko Bayuseno sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Kapolda
Metro Jaya pada 2009 hingga 2011. Kemudian dia sempat menjadi Kapolda Banten
pada 2011 untuk jangka waktu yang tidak relatif lama, hingga dilantik jadi
Kapolda Jabar.
Keputusan
tersebut dilakukan secara mendadak oleh pimpinan Polri karena situasi rusuh
yang terjadi di Lampung Selatan yang menewaskan 12 korban jiwa.
Kapolri
Jenderal Pol Timur Pradopo membenarkan pembatalan tersebut dikarenakan adanya
kerusuhan di Lampung Selatan. "Jadi begini, di dalam penanganan masalah,
kan kita harus menyelesaikan tugas itu. Jadi yang bersangkutan karena ada
masalah di sana, dia harus menyelesaikan itu dulu," katanya, Rabu (31/10).
"Untuk Kapolda sudah ada penggantinya, Itu risiko dan tanggung jawab
sebagai kepala satuan kedaerahan," ungkap Timur. Ia juga meminta agar
pembatalan itu tidak menjadi polemik. "Kan penggantinya sudah ada, kita
lihat saja. Dia Kapolda Lampung harus menyelesaikan tugas-tugas dan
kewajibannya lebih dahulu," tutur Timur.
Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes
Polri, Irjen Pol Suhardi Aliyus juga sudah membenarkan soal pergantian ini.
"Benar," kata Suhardi singkat. Pergantian itu tertuang dalam Surat
Telegram Nomor : ST/2161/X/2012 sebagai revisi Surat Keputusan Nomor:
Kep/645/X/2012 tertanggal 30 Oktober 2012.
Jodie digeser menjadi Kasetukpa
Lemdikpol Mabes Polri menggantikan Brigjen Pol. Ngadino yang menduduki Kapolda
Sulawesi Utara. Pelantikan akan dilaksanakan di Mabes Polri Jalan Trunojoyo,
Jakarta Selatan, Rabu (31/10) pukul 07.00 WIB.
Kepala Kepolisian RI, Jenderal
Timur Pradopo akan memimpin upacara serah terima jabatan tersebut. "Pagi
ini pukul 07.00 WIB yaitu Kapolda Metro Jaya, Kapolda Jawa Barat, Kapolda
Lampung, Kapolda Sulawesi Utara, dan Kasetukpa," kata Kepala Bagian
Penerangan Umum, Komisaris Besar Agus Rianto.
Di Sekolah Perwira, Brigjen Jodie
menggantikan Brigjen Ngadino yang diangkat menjadi Kapolda Sulawesi Utara.
Kapolda Sulawesi Utara sendiri, Brigjen Tubagus Anis Angkawijaya menggantikan
Irjen Putut sebagai Kapolda Jawa Barat. Bentrok di Kalianda Lampung terjadi
pada Minggu (28/10). Pemicunya karena salah paham antar pemuda. Dan pada Senin
(29/10) ribuan orang mengepung Desa Balinuraga. Kerusuhan itu menelan 14 korban
jiwa, 12 orang diantaranya tewas akibat bentrok tersebut. *** C.W

Tidak ada komentar:
Posting Komentar