Pages

Rabu, 31 Oktober 2012

Kerugian Badai Shandy Hampir Mencapai 200 Triliun


Washington, Infobreakingnews - Banyak bangunan rusak, selain korban jiwa  dan seluruh aktivitas penduduk New York, New Jersey, dan Washington terhenti akibat terjangan Badai Sandy. Hal ini mengakibatkan kerugian besar bagi Amerika Serikat.







Lembaga penaksir kerugian bencana alam EQECAT memperkirakan kerugian mencapai 20 miliar dolar AS (Rp 192 triliun) untuk kawasan pantai timur AS yang hancur akibat terjangan badai ini. Bahkan, para pakar ekonomi memperkirakan angka kerugian yang lebih besar, yakni 30 miliar dolar AS - 50 miliar dolar AS. Kerugian ini berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi AS di kuartal keempat 2012.

"Tutupnya kawasan komersial di pesisir timur menyebabkan hilangnya pendapatan rata-rata masyarakat (GDP) yang akan menambah kerugian infrastruktur," kata ekonom IHS Global Insight, Gregory Daco dan Niger Gault, Rabu (31/10).

Sebagian besar pusat ekonomi penting di pantai timur AS hingga Selasa (30/10) waktu setempat masih belum beroperasi kembali, termasuk pusat ekonomi dunia New York. Sejumlah bank besar New York dan dua pusat penjualan saham terbesar di dunia Wall Street dan Nasdaq juga belum beroperasi setelah dua hari terakhir ini tutup. Sementara, Wall Street dikabarkan akan beroperasi kembali pada Rabu (31/10).

"Kami yakin bisa kembali beroperasi normal besok (Rabu). Gedung dan sistem kami tidak terganggu dan tim kami bekerja keras untuk memastikan pasar akan dibuka tanpa gangguan," kata Direktur Eksekutif Euronext di Bursa Efek New York Duncan Niederauer.

Biaya asuransi yang harus dikeluarkan pasca Topan Sandy yang melanda pesisir timur Amerika Serikat (AS) diperkirakan mencapai US$ 7-15 miliar (Rp 63-135 triliun).

Hal itu diprediksi oleh perusahaan penghitung kerugian bencana AIR Worldwide yang dikutip AFP, Rabu (31/10/2012).

AIR mengatakan kerusakan yang diakibatkan topan tersebut cukup parah meningat besarnya badai yang melanda. Rusaknya infrastruktur dan jaringan listrik juga membuat kerugian makin membengkak.

AIR juga memprediksi angin topan dan badai yang sudah berlalu itu merusak banyak properti, mulai dari perumahan, bangunan komersial dan industri. Selain itu, ada juga kerusakan di barang-barang yang diasuransikan, seperti mobil dan bisnis yang tak lagi bisa beroperasi.

Menurut AIR, Sandy merupakan topan yang masuk dalam badai kategori satu, tapi besarnya ternyata mendekati Topan Katrina yang masuk dalam kategori tiga.

Akibat angin yang kencang, Topan Sandy pun melanda area seluas 1.530 km dan terus meluas hingga 280 km dari pusat topannya sehingga membuatnya semakin berbahaya.

"Diameter Sandy menjadikannya topan terbesar yang pernah ada di Samudera Atlantik dalam kategori badai tropis," katanya.

Badai tersebut melanda area sangat luas, mulai dari Toronto hingga Great Lakes di wilayah barat.*** Source




Tidak ada komentar:

Posting Komentar