Jakarta, infobreakingnews - Dua sahabat lama yang selama dua dekade ini berpisah jauh karena tuntutan bisnis yang digeluti, Buce menetap di Papua Barat menggeluti bisnis Diving di Raja Ampat. sementara Martin sudah lama menetap di Detroit, Amerika setelah menikah dengan Jeane,putri pengusaha Wyne.
Walau kedua nya terpisah jauh, namun tetap menjalin komunikasi yang semakin kemari dirasakan semakin intensif akibat globalisasi kemajuan pesat era internet. Dan dari banyak yang mereka diskusikan, salah satu yang terbaru adalah prihal fenomena Joko Widodo, sang Gubernur DKI Jakarta.
"Tin, gimana animo disana setelah mendengar pengumuman anggota Komite Konvensi Partai Demokrat barusan ?" tanya Buce melalui perbincangan seluler.
"Umumnya kita disiini melihat secara biasa saja soal konvensi Capres PD itu, Ce. Karena mungkin sama dimana-mana, dan disinipun kita masih lebih memikat membicarakan soal fenomena Jokowi yang semakin mendunia sekalipun sampai detik ini belum ada pengakuan resmi dari yang bersangkutan atau partai manapun terhadap Jokowi. Artinya banyak orang sekarang ini terlalu muak dengan platform Partai, karena saat ini banyak individu lebih menyukai ketokohan yang disuka banyak kalangan, apalagi seperti Jokowi yang memang tidak melekat kental masalah politik." ungkap Martin.
"Betul Tin, ditanah Papua ini juga banyak orang sudah lama muak dengan goncang ganjing Partai. Makanya biar barusan PD mengumumkan soal anggota Konvensi untuk menjaring Capres nya, disambut dingin saja . Berbeda jika menyaksikan gaya blusukan Jokowi dan kerja kerasnya sembari menabur hikmah kerendahan hati, itu menjadi banyak diperbicangkan secara semangat disini." ungkap Buce dengan semangat.
"Hehehehehe... saya baru mau bilang, Ce, berapa banyakpun model Konvensi yang dimaksud menjaring Capres, kalau hati banyak rakyat sudah melekat pada diri seseorang, maka percuma sajalah Konvensi itu. Apalagi jika nanti kemudian yang berhasil diusung Konvensi itu adalah Capres yang tidak berkwalitas, tidak sedasyat popularitas Jokowi, ya percuma dan kesia-siaan saja. Dan Hal ini haruslah dipandang bahwa sesungguhnya Partai yang sedang mengadakan Konvensi itu sedang merasa "sakit" dalam tanda kutip, dalam rangkah mencari pemulihan sahaja. Hahahahahaaha..." ***MIL

Tidak ada komentar:
Posting Komentar