Jakarta, infobreakingnews - Diluar dugaan kalangan jurnalis yang sengaja diposting pada peliputan acara open house yang digelar sejumlah pejabat teras hingga Presiden SBY di Istana Negara, satu satunya acara open house yang tidak boleh dimasukin wartawan, justru pada acara open house dirumah pribadi Calon Presiden Ical, dijalan KH Mangunsarkoro, Menteng Jakarta Pusat.
Sejumlah awak media yang sejak pukul 15.00 WIB acara open hose itu digelar, sudah siap untuk meliputnya, apalagi diperkirakan akan banyak tamu para pejabat yang hadir, namun secara tegas para Satpam disekitar pintu rumah Ical, mencegah kalangan wartawan memasuki gerbang rumah Ical.
"Maaf, dari media tidak boleh masuk. Itu sudah keputusan pihak pemilik rumah," kata petugas saat infobreakingnews.com , beserta sejumlah awk media lainnya dicegat diawal gerbang.
Hingga hujan mengguyur deras menjelang pukul 18.00 WIB dimana para wartawan mulai basah terguyur hujan deras, Ical tidak bersedia memberikan tumpangan bagi wartawan, sehingga sejumlah awak media terpaksa menyingkir menjauh kehalaman rumah tetangga Ical , untuk mencari tempat berteduh.
Hujan yang semakin deras, hingga satu persatu tamu mulai terlihat pulang, para wartawan tidak dapat mencoba mendekati , karena posisi jarak berteduh dan hampir semua pejabat sudah ditongkrongi mobil masing masing digerbang pintu.
Kabar beredar dikalangan wartawan Ical sengaja tidak mau diliput open house nya, karena sedang kesal kepada sejumlah awak media yang terkadang tidak menulis seperti yang diharapkan Ical seputar dirinya yang ingin menjadi Presiden terpopuler. Makanya belum lama Ical sengaja bicara keras, bahwa belum tentu yang populer diberitakan akan bisa menang pada Pilpres 2014 nanti.
Sementara ditempat terpisah pada open house yang digelar oleh Ketua Dewan Pertimbangan Golkar, Akbar Tanjung,dikediamannya dibilangan Jakarta Selatan, kepada sejumlah awak media, Akbar menyebutkan secara tegas agar kadernya yang terlibat korupsi, agar dibatasi ruang geraknya, guna menjaga anjloknya elektabilitas suara Golkar, sekalipun ada diantaranya belum diputus oleh pengadilan.***Erwinto

Tidak ada komentar:
Posting Komentar