Spesial infobreakingnews - Suasana Lebaran masih sejuk dinikmati, apalagi berada dikampung halam, jauh dari hiruk-pikuk kota Jakarta. Cuaca alam yang asri dan kicauan burung hutan dikampung, akan sangat membantu memulihkan ketenangan diri, setelah sekian lama bertarung di kota besar. Pasti banyak yang tersita dan terlewatkan, termasuk membiarkan menurunnya kwalitas bercinta diatas ranjang.
Ranjang mudik harus lebih berbeda menu nya, dan tidak ada istilah malu atau gengsi untuk memberikan totalitas pengabdian yang dua arah saling. Hindari dulu perbincangan soal bisnis usaha, atau jumlah hutangpiutang yang ada, bahkan pantangkan dulu menyebut nama tertentu yang dicemburui hasil perselingkuhan lemaren dikota besar itu.
Secara psikologis hubungan silahturahmi dengan orangtua atau mertua, akan memicu sekaligus memulihkan hubungan ranjang yang nyaris menurun kwalitasnya. Sikapi semua suasana dengan tetap menjaga tampilan berpakaian menarik pada saat menjelang masuk kedalam kamar tidur.Jangan sekali-kali menggunakan BH yang sudah bau keringat ata asap dapur. Underwear haruslah dijaga yang bersih, tipis, dan menarik, serta tidak kelonggaran pada buah dada. Karena tampilan awal saat warming up, sangat besar pengaruhnya.
Sayuran segar yang tidak ditaburi pupuk kimia, dan orizinal kenangan lama dikamar kampung akan ikut menggema , seiring sentuhan liar yang kemudian totalitas. Apalagi yakin jika suara kamasutra itu tidak akan terdengar keluar kamar, karena beton atau jarak antar ruang serta penghuni yang menaungi.
Akan sangat berarti besar apa yang dirasakan nikmat selama dikampung, jika besok akan kembali kekota besar dan kembali bergelut dengan semua aktivitas, akan lebih kuat menahan hantaman godaan yang variatip.
Lebih dari itu, kepercayaan yang sempat memudar pada anak, akan kembali pulih setelah melihat kemesraan itu ada pada orangtuanya selama bersatu di kampung yang sejuk damai.
***Emil Foster Simatupang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar