Ketika semua suratku sudah selesai,
aku termenung menatapnya.
Apakah aku jadi berangkat
sebagai tenaga kerja ke luar negeri?
Aku baru saja tamat SMA,
Krn tidak ada biaya,
aku tidak bisa kuliah.
Aduh, sedihnya jadi orang tak punya.
Disuatu sore yang indah,
datang orang yang menolongku untuk jadi TKW.
Ayah dan ibuku mendoakan,
semoga aku bisa sukses di seberang sana,
Kekasihku hanya bisa bersedih,
karena dia juga belum bisa membantuku.
Sebulan aku lalui bak pembantu yang tidak ada harganya.
Sumpah serapah jika aku salah,
bahkan pukulan sudah jadi hal biasa.
Aduh, sedihnya jadi orang tak punya.
Mencari kerja dinegara orangpun, aku menderita,
makanpun seadanya.
Aku ingin lari, atau mengakhiri,
tapi aku tidak berani.
Jalanpun aku tidak tahu.
Orang yang membantuku bekerja,
tidak bisa berbuat apa-apa.
Aku telah jadi korban.
Korban kesewenang-wenangan dari orang yang seharusnya melindungiku,
malah menyusahkan aku.
Aku tidakd bisa berbuat apa-apa
karena dipaksa.
Menjadikan aku yang sudah tersiksa,
kini berbadan dua,
Okh, susah dan sedihnya hidupku.
Harapan orang tuaku, musnah sudah.
Kekasihku yang setia menunggu,
pasti akan marah,
marah dan marah karena aku sudah berbadan dua.
Kini aku sudah kembali kedesa,
Aku pasrah menunggu saat kelahiran anakku tiba.
Sebagai korban dari negeri sana.
Karya.WS.Ibrahim.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar